ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Premi Asuransi Komersial Tumbuh 9,88 Persen di Februari 2023

Senin, 3 April 2023 | 17:49 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2023 secara daring, Senin, 3 April 2023.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2023 secara daring, Senin, 3 April 2023. (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

Jakarta, Beritasatu.com - Pendapatan premi industri asuransi komersial tumbuh 8,99% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 54,11 triliun hingga Februari 2023. Pertumbuhan ini disokong kinerja signifikan di sektor asuransi umum dan reasuransi, sementara sektor asuransi asuransi jiwa mulai menunjukkan tren pemulihan.

Hal itu dibeberkan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2023 secara daring, Senin (3/4/2023).

"Per Februari 2023 pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp 54,11 triliun atau tumbuh 9,88% year on year (yoy), dimana pada Januari 2023 tumbuh 5,22% (yoy)," kata Ogi.

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan, lonjakan premi asuransi komersial utamanya disokong premi dari industri asuransi umum dan reasuransi. Di sektor ini, pendapatan premi melesat 27,56% (yoy) hingga Februari 2023 menjadi sebesar 23,79 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari 2023, dimana premi tumbuh 19,80% (yoy) menjadi Rp 14,53 triliun.

Di samping itu, kata Ogi, pertumbuhan signifikan di dua bulan pertama di tahun ini tidak terlepas dari tren perbaikan dari produksi premi di sektor asuransi jiwa.

"Perkembangan premi asuransi jiwa juga semakin membaik, dimana per Februari 2023 premi hanya terkontraksi tipis sebesar 0,90% menjadi Rp 30,33 triliun, sebelumnya pada Januari 2023 terkontraksi 5,25%," beber dia.

Selain pemulihan kinerja premi, industri asuransi komersial juga mencatat perbaikan dari sisi risiko. Rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) mulai menguat, baik untuk sektor asuransi jiwa maupun asuransi umum dan reasuransi.

RBC sektor asuransi jiwa naik dari 474,04% pada Januari 2023 menjadi 478,21% pada Februari 2023. Namun demikian, posisi ini masih jauh tertinggal dibandingkan Februari 2022 dengan RBC sempat mencapai 530,54%.

Hal serupa dicatatkan sektor industri asuransi umum dan reasuransi. RBC naik secara bulanan dari 319,51% pada Januari 2023 menjadi 320,81% per Februari 2023. Posisi ini sudah melampaui capaian di awal tahun lalu, tapi masih cukup rendah dibandingkan sebelum pandemi.

"Secara agregat, RCB industri perasuransian masih di atas threshold sebesar 120%, namun OJK senantiasa tetap memantau RBC masing-masing perusahaan asuransi," ujar Ogi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

EKONOMI
Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

EKONOMI
OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

EKONOMI
Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

MULTIMEDIA
Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

EKONOMI
OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon