ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Transformasi Perkebunan Nusantara Perkuat Industri Sawit, Teh, dan Kopi

Selasa, 2 Mei 2023 | 16:14 WIB
MT
WP
Penulis: Mashud Toarik | Editor: WBP
Sawit pipilan. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)
Sawit pipilan. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Transformasi Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III melalui pembentukan subholding Palm Co dan Supporting Co usai sukses integrasi Sugar Co akan menguntungkan perusahaan dan perekonomian nasional.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPPN) Asmanudin Sinaga mengatakan langkah transformasi perkebunan nusantara memperkuat industri perkebunan baik itu minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), karet, teh, kopi dan komoditas lainnya secara nasional dari hulu hingga ke hilir.

"Tranformasi melalui subholding Palm Co dan Supporting Co akan menguntungkan perusahaan dan perekonomian nasional, sehingga sebagai serikat pekerja kami mendukung penuh langkah tersebut," kata pria yang akrab disapa Bang Naga tersebut dikutip Investor Daily Selasa (2/5/2023)

ADVERTISEMENT

Khusus untuk Palm Co melalui penggabungan PTPN V, VI dan XIII akan bergabung ke dalam PTPN IV, dia berpendapat bahwa industri kelapa sawit nasional membutuhkan terobosan dan inovasi. Keberadaan Palm Co, lanjutnya, akan meningkatkan nilai tambah CPO di dalam negeri, mengingat saat ini Indonesia hanya memproduksi 47 produk turunan CPO.

Padahal, kata dia, jika mengintip Malaysia, mereka telah memproduksi sekitar 100 jenis produk turunan CPO dan hampir semuanya telah dipasarkan di pasar regional dan internasional. Adapun, Indonesia masih mengandalkan CPO dan minyak goreng. "Adanya PalmCo dalam rangka hilirisasi ini adalah langkah sangat jitu," ujarnya.

Dari hasil konsolidasi, lanjut dia, Palm Co akan menjadi salah satu perusahaan sawit terbesar di dunia dari sisi luas lahan, yaitu mencapai 600.000 hektare (ha) pada tahun 2026.

Selain itu, PTPN nantinya akan mampu meningkatkan produksi minyak goreng curah dalam negeri dan meningkatkan produksi CPO. Melalui Palm Co, diharapkan pada 2026, PTPN akan mampu memproduksi 1,8 juta ton minyak goreng.

Begitu juga dengan Supporting Co yang ia nilai sebagai salah satu program nasional dalam rangka penguatan ketahanan ekonomi, pemerataan perkembangan wilayah, dan membangun lingkungan hidup yang berkeadilan.

Hal senada disampaikan Ketua Serikat Pekerja Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara V, Said Arindra Yulista yang menyatakan bahwa langkah transformasi sejalan untuk membantu meningkatkan bisnis perusahaan.

Berita ini juga sudah tayang di Investor.id dengan judul: Kejar Hilirisasi Malaysia, Serikat Pekerja Dukung Transformasi Perkebunan Nusantara



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon