Harga Minyak Terkoreksi Setelah Kenaikan Suku Bunga Fed
Kamis, 27 Juli 2023 | 08:24 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak turun sekitar 1% pada perdagangan Rabu (26/7/2023) setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun dan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga seperempat poin persentase.
Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 72 sen atau 0,9% ke US$ 82,92 per barel, sementara hatga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS mencapai $78,78, turun 85 sen (1,1%).
Kenaikan suku bunga the Fed menjadi di kisaran 5,25% -5,50%, merupakan yang ke-11 dalam 12 pertemuan terakhir.
Suku bunga tinggi meningkatkan biaya pinjaman untuk bisnis dan konsumen, sehingga bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
Sementara Administrasi Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) menyatakan persediaan minyak mentah AS turun 600.000 barel pekan lalu, dibandingkan perkiraan 2,35 juta barel. Adapun kelompok industri American Petroleum Institute mengindikasikan peningkatan 1,32 juta barel. "Persediaan bensin dan solar juga turun lebih sedikit dari yang diharapkan," kata data EIA.
"Kenaikan suku bunga Federal Reserve dapat menekan permintaan dan harga," kata analis Again Capital LLC John Kilduff, di New York.
Harga minyak naik selama 4 minggu, didukung tanda-tanda pengetatan pasokan, menyusul pengurangan produksi Arab Saudi dan Rusia, serta janji otoritas Tiongkok untuk menopang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




