ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Profil Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan yang Jadi Tersangka Korupsi LNG

Kamis, 21 September 2023 | 10:35 WIB
AA
WP
Penulis: Anisa Maulida Abidin | Editor: WBP
KPK menahan mantan Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pengadaan liquefied natural gas (LNG) di Pertamina tahun 2011-2021, Selasa 19 September 2023.
KPK menahan mantan Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pengadaan liquefied natural gas (LNG) di Pertamina tahun 2011-2021, Selasa 19 September 2023. (Beritasatu.com/Muhammad Aulia)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, telah ditetapkan tersangka dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) di Pertamina pada 2011. Karen yang telah merugikan negara sebesar Rp 2,1 triliun ini ditahan di rumah tahanan negara (rutan) KPK pada 19 September sampai 8 Oktober 2023.

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (21/9/2023), Karen sejatinya telah terjerat kasus korupsi dua kali. Pertama, 2019 terbukti bersalah atas kasus korupsi investasi di Australia dengan pidana 8 tahun penjara. Namun pada 2020 Mahkamah Agung (MA) membebaskan seluruh tuntutan hukum. Kedua, pada 2023 dugaan korupsi pengadaan LNG dari Amerika Serikar (AS).

Karen Agustiawan memiliki nama lengkap Galaila Karen Kardinah, lahir di Bandung, 19 Oktober 1958. Karen merupakan lulusan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1978. Karen merupakan wanita pertama yang menduduki posisi direktur utama PT Pertamina (Persero). Karen menjabat pada periode 2009 hingga 2014.

ADVERTISEMENT

Sebelum menjadi bagian PT Pertamina, Karen bekerja di perusahaan multinasional Mobil Oil tahun 1984 hingga 1996. Tak main-main, di perusahaan Mobil Oil, Karen sempat menduduki beberapa posisi, di antaranya sistem analis dan programmer untuk pengembangan penghitungan cadangan dan pernah menjabat sebagai pemimpin proyek departemen komputasi eksplorasi.

Pada 2002 hingga 2006 Karen pindah ke perusahaan Halliburton Indonesia, sebagai wanita pertama yang menjadi commercial manager. Hingga akhirnya Karen bergabung dengan PT Pertamina (Persero) pada 2006.

Pada awal kariernya di PT Pertamina (Persero), Karen menjabat sebagai direktur hulu dan menjadi direktur utama pada tahun 2009. Selama masa jabatannya sebagai direktur utama, PT Pertamina pernah masuk dalam daftar 500 perusahaan terbesar dunia atau Fortune Global 500. Bukan hanya itu, Karen masuk dalam daftar Asia’s 50 Power Businesswomen oleh media knamaan Forbes.

Sangat disayangkan banyaknya prestasi tertutup dengan kasus korupsi yang menjeratnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon