ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Freeport Kembali Mulai Aktivitas Pertambangan

Rabu, 29 Mei 2013 | 13:02 WIB
RP
WP
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: WBP
Ratusan pekerja tambang PT. Freeport Indonesia berkumpul di Mile 72 menunggu kepastian nasib rekan mereka yang tertimbun longsor di Terowongan Big Gossan, Tembagapura, Timika, Papua.
Ratusan pekerja tambang PT. Freeport Indonesia berkumpul di Mile 72 menunggu kepastian nasib rekan mereka yang tertimbun longsor di Terowongan Big Gossan, Tembagapura, Timika, Papua. (Antara/Spedy Paereng)

Jakarta - PT Freeport Indonesia kembali melakukan aktivitas pertambangan pasca peristiwa runtuhnya atap fasilitas pelatihan tambang bawah tanah di area Big Gossan, Timika, Papua.

Direktur Utama Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto mengatakan aktivitas pertambangan itu hanya di area tambang terbuka Grassberg, sedangkan area tambang bawah tanah tetap belum beroperasi.

"Senin kemarin mulai reparasi, mulai panas-panasin. Mill (pabrik pengolahan ore jadi konsentrat) juga sama mulai jalan," kata Rozik ditemui disela acara diskusi pertambangan Indonesia Mining Institute di Jakarta, Rabu (29/05).

Rozik mengungkapkan, dalam tempo dua hingga tiga hari kedepan, kegiatan produksi sudah bisa berjalan. Meski demikian, aktifitas produksi tidak bisa langsung mencapai 140.000 ton bijih per hari. Adapun angka itu bisa tercapai dalam tiga hari kemudian setelah produksi dimulai.

ADVERTISEMENT

"Kapasitas normal itu butuh waktu. Mungkin dua tiga hari ini sampai dua tiga hari lagi baru bisa mulai 140.000," jelasnya.

Rozik mengatakan, penghentian operasional di seluruh wilayah tambang Freeport bukan atas instruksi pemerintah. Keputusan ini diambil untuk menghindari hal yang tidak diinginkan selama proses evakuasi dan investigasi terkait peristiwa di fasilitas pelatihan bawah tanah.

"Dari awal inspektur tambang tidak melarang. Itu adalah keputusan kami sendiri. Artiannya service mining bisa mulai itu bukan izin atau tidak. Tapi itu dari kami sendiri," ujarnya.

Produksi emas Freeport kuartal I-2013 mencapai 212.000 ons troi. Sementara angka penjualannya hanya 191.000 ons troi. Penerimaan negara yang tertunda akibat dihentikannya produksi Freeport yaitu mencapai US$ 1,82 juta per hari.

Atap fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Freeport di area Big Gossan, Timika Papua, runtuh pada Selasa (14/05) lalu. Saat kejadian, terdapat 38 karyawan Freeport yang mengikuti pelatihan di fasilitas tersebut.

Proses evakuasi korban insiden runtuhnya terowongan tersebut baru selesai Selasa (21/05) lalu. Akibat insiden ini, sebanyak 28 tewas tertimbun runtuhan terowongan, 5 pekerja mengalami luka berat dan 5 pekerja luka ringan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ratusan Anak-anak Antusias Ikuti Freeport Grassroots Tournament 2026 di Gresik

Ratusan Anak-anak Antusias Ikuti Freeport Grassroots Tournament 2026 di Gresik

SPORT
Freeport Sebut Produksi Aman di Tengah Gejolak Harga Energi

Freeport Sebut Produksi Aman di Tengah Gejolak Harga Energi

EKONOMI
Karyawan Freeport Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

Karyawan Freeport Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

NUSANTARA
Tak Hanya Perpanjang IUPK, Freeport Investasi Rp 337 T hingga 20 Tahun

Tak Hanya Perpanjang IUPK, Freeport Investasi Rp 337 T hingga 20 Tahun

EKONOMI
Freeport Indonesia Akan Ajukan Perpanjangan Izin Usaha Tahun Ini

Freeport Indonesia Akan Ajukan Perpanjangan Izin Usaha Tahun Ini

EKONOMI
Temui Gubernur Papua, Bahlil Bahas Saham Freeport

Temui Gubernur Papua, Bahlil Bahas Saham Freeport

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon