Gara-gara Bea Keluar, Newmont Pertimbangkan PHK Karyawan
Senin, 24 Februari 2014 | 09:20 WIB
Mataram, NTB – Penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2014 tentang pengenaan Bea Keluar secara progresif atau ekspor konsentrat tembaga terbukti memberatkan operasional tambang Batu Hijau milik PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT).
Bahkan telah beredar memo internal di PTNNT mengenai rencana darurat yang akan diberlakukan jika hasil pembicaraan antara pemerintah pusat dengan PTNNT belum menghasilkan solusi.
Menurut Senior Manager Operation PT Newmon Nusa Tenggara Wudi Raharja, PTNNT sedang mempersiapkan rencana darurat berupa pemotongan operasional yang terdiri dari tiga tahapan. Namun rencana darurat ini juga tidak dapat menyelamatkan Newmont untuk jangka panjang, bahkan untuk waktu 3 tahun mendatang.
Pasalnya beroperasinya Newmont di tambang Batu Hijau tidak hanya untuk operasional tambang saja melainkan juga untuk menjaga kelestarian lingkungan yang akan berdampak pada lingkungan di sekitar pertambangan.
"Kami sedang menyiapkan rencana darurat, yakni pemotongan operasional. Ini ada tiga tahap, tapi ini tidak menyelamatkan Newmont dalam jangka panjang, ada batasnya. Tiga tahun tidak bisa, paling nggak setahun-lah untuk rencana darurat. Karena pengoperasian Newmont tidak hanya untuk kebutuhan produksi saja, kami jaga kelestarian lingkungan dengan melakukan reklamasi, pengelolaan air limbah. Ini memang kewajiban Newmont, kalau ini ditinggalkan dampaknya langsung kepada masyarakat," ujar Wudi kepada wartawan saat acara Site Visit Tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa, Keca¬matan Jereweh dan Sekong¬kang, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (21/2) malam.
Wudi mengatakan beberapa rencana darurat yang sedang dipersiapkan mencakup penekanan operasional yang berdampak pada berkurangnya output.
Kemudian akan ada pengurangan karyawan yang saat ini ada sekitar 9.000 karyawan. Namun Wudi tidak menjelaskan berapa karyawan yang akan dikurangi.
"Ini belum termasuk pembantu rumah tangga, dan lainnya. Ini menjadi beban kami, jadi nggak bisa langsung diberlakukan. Rencana darurat ini dibuat agar kami bisa tetap menjaga lingkungan, menjaga cash agar jangan cepat habis dan kami harus bisa me-maintain karyawan," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




