YLKI: Pemerintah Perlu Cek Kemampuan Masyarakat Sebelum Naikkan Harga BBM
Rabu, 1 April 2015 | 18:40 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) seharusnya melakukan audit keuangan (financial check up) kalangan masyarakat menengah ke bawah sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo mengatakan, financial check-up itu bisa menjadi dasar pemerintah melihat beban yang dihadapi masyarakat lapisan menengah ke bawah. Dengan begitu, pemerintah bisa mengetahui ketahanan masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga BBM dan implikasinya.
"YLKI tidak melihat pemerintah secara komprehensif melakukan financial check up kepada masyarakat menengah ke bawah," kata Sudaryatmo di Jakarta, Rabu (1/4).
Sudaryatmo menuturkan, kenaikan harga BBM yang terjadi dua kali dalam satu bulan membuat beban masyarakat bertambah. Bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah, kenaikan itu membuat sejumlah pos-pos pengeluaran dikurangi. Dia mencontohkan pengeluaran untuk kebutuhan makan yang dikurangi membuat asupan gizi anggota keluarga menurun. Selain itu, masyarakat ekonomi rendah terancam putus sekolah karena biaya pendidikan semakin sulit terjangkau.
"Tidak ada kenaikan BBM saja sudah pusing mengatur. Apalagi ada kenaikan," rangkum Sudaryatmo.
Sebagaimana diketahui pada awal Maret kemarin harga BBM jenis Premium naik Rp 200 per liter. Kemudian pada 28 Maret kemarin harga BBM Premium dan Solar subsidi naik Rp 500 per liter. Dengan begitu harga Premium untuk wilayah Jawa-Madura-Bali menjadi Rp 7.400 per liter, harga Premium di luar wilayah Jawa-Madura-Bali sebesar Rp 7.300 per liter. Sedangkan harga Solar subsidi di seluruh wilayah Indonesia sebesar Rp 6.900 per liter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




