Motor Listrik Lagi Jadi Primadona, Terang Dunia Internusa Incar Kenaikan Bottom Line 30%
Kamis, 11 Januari 2024 | 15:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Terang Dunia Internusa Tbk (TDI) mengincar pertumbuhan bottom line hingga 30% pada tahun 2024 ditopang oleh tingginya minat masyarakat akan sepeda motor listrik.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk Andrew Mulyadi mengatakan, pada tahun ini perseroan akan memproduksi sepeda listrik sebanyak 60.000 unit dan 200.000 unit sepeda atau meningkat signifikan dibanding tahun 2023 lalu.
Dengan insentif yang diberikan oleh pemerintah serta adanya kemudahan dalam pembiayaan, pihaknya meyakini bahwa pertumbuhan penjualan sepeda motor listrik akan terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang.
“Kami akan terus berinovasi dalam mengembangkan produk yang bervariasi dan memiliki spesifikasi yang dapat menyesuaikan pasar. Kami juga akan terus berkolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk bersama-sama memajukan industri kendaraan berbasis baterai di Indonesia,” jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (11/1/24).
Untuk diketahui, regulasi yang dimaksud yakni Peraturan Kementerian Perindustrian No. 21 Tahun 2023 tentang insentif kendaraan Listrik per KTP, Peraturan Kementerian Dalam Negeri No. 6 Tahun 2023 tentang pembebasan BBNKB dan PKB.
Pesatnya penjualan motor listrik berhasil mengangkat kinerja keuangan perseroan. Berdasarkan prospektusnya, total ekuitas perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp 46,8 miliar atau 27,8% yaitu dari Rp 168,3 miliar pada 31 Desember 2022 menjadi Rp 215,1 miliar pada 31 Juli 2023.
Kenaikan tersebut disebabkan oleh perolehan jumlah laba komprehensif untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2023.
“Dengan demikian pada tahun ini kami menargetkan laba meningkat 30% untuk standarnya, untuk pendapatannya tentu akan lebih tinggi lagi bisa jadi bertumbuh 100%,” ujar Andrew.
PT Terang Dunia Internusa (TDI) terkenal dengan merek United Bike untuk sepeda dan United E-Motor untuk sepeda motor Listrik. Saat ini perseroan mendistribusikan sepeda ke 490 dealer di dalam negeri dan 15 dealer ke luar negeri.
“Dengan infrastruktur dan pengalaman yang kami miliki, ditambah dengan insentif pemerintah, kemudahan pembiayaan EV, serta pembangunan infrastruktur pengisian listrik oleh pemerintah, kami berada di posisi strategis untuk mengembangkan bisnis sepeda motor listrik yang kami miliki,” tambah Andrew.
PT TDI memproduksi sepeda, sepeda listrik, e-Moped, dan motor listrik. Tipe sepeda dan sepeda listrik yang dimiliki oleh TDI beragam mulai dari folding bike, mountain bike, road bike, dan lain lain.
Untuk motor listrik, PT TDI TBK telah memiliki 4 tipe e-Motor yaitu MX-1200, T-1800, TX-1800, dan TX-3000, dengan spesifikasi yang paling tinggi adalah TX-3000.
Perseroan juga memiliki jaringan distribusi yang luas dengan 490 dealer United Bike serta 26 dealer dan 49 sub dealer United E-Motor.
Perseroan meyakini bahwa dengan kekuatan merek dan jaringan distribusi yang luas, kedua hal ini dapat menjadi pondasi yang kokoh yang dapat membuat United E-Motor menjadi pemain dominan di pasar sepeda motor listrik.
Untuk membiayai peningkatan produksi itu, perseroan berencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada triwulan I-2024.
Perseroan menawarkan sebanyak-sebanyaknya 1.666.666.700 saham kepada publik, atau mencapai 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO saham, dengan harga penawaran awal berada di kisaran Rp170-240 per saham.
Dengan demikian, perseroan berpotensi memperoleh dana sebesar Rp 283,3 miliar-Rp 400 miliar melalui IPO ini.
"Seluruh Dana IPO akan digunakan untuk membiayai modal kerja yang terkait dengan produksi e-motor dan e-moped antara lain untuk melakukan pembelian bahan baku seperti frame, baterai, dinamo, wheel-set, multiinformation display (spidometer digital, GPS), brake system, dan suspension,” jelas Andrew.
Roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) dengan kode saham UNTD dijadwalkan pada 11-22 Januari 2024. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 30 Januari 2024.
Setelah pernyataan efektif terbit, saham UNTD diharapkan bisa tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2024.
Untuk menjalankan rencana aksi korporasi ini, manajemen UNTD telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Underwriter sebagai penjamin pelaksana emisi Efek perseroan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




