BPS: Surplus Neraca Perdagangan Selama Tahun 2023 Sentuh US$ 39,94 Miliar
Senin, 15 Januari 2024 | 15:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan mengalami surplus US$ 36,94 miliar sepanjang 2023. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 yang surplus mencapai US$ 54,46 miliar.
Nilai surplus neraca perdagangan Januari-Desember 2023 lebih rendah US$ 17,52 miliar atau 33,46% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2023 mencapai US$ 258,82 miliar atau turun 11,33% dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 242,9 miliar atau turun 11,96%. Secara kumulatif, nilai impor Indonesia Januari-Desember 2023 mencapai US$ 221,89 miliar atau turun 6,55% dibanding periode yang sama tahun 2022.
“Surplus neraca perdagangan barang Indonesia menunjukan peningkatan dan dalam empat tahun terakhir secara berturut-turut neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus. Surplus tertinggi terjadi di tahun 2022 dengan total nilai sebesar US$ 54,46 miliar,” tutur Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di gedung BPS pada Senin (15/1/2024).
Total mitra dagang Indonesia selama tahun 2023 adalah 246 yang terdiri dari negara dan teritori. Dari total tersebut Indonesia mengalami surplus perdagangan barang dengan 177 negara dan defisit dengan 69 negara.
Sepanjang tahun 2023 Indonesia mengalami surplus perdagangan barang terbesar dengan India (US$ 14,51 miliar) dan mengalami defisit perdagangan barang terbesar dengan Australia (US$ 5,75 miliar).
Jika dilihat secara khusus di Desember 2023 neraca perdagangan mengalami surplus US$ 3,31 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya naik US$ 0,90 miliar namun terjadi kontraksi US$ 0,61 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai ekspor Indonesia Desember 2023 mencapai US$ 22,41 miliar atau naik 1,89% dibanding ekspor November 2023. Dibanding Desember 2022 nilai ekspor turun sebesar 5,76%. Sementara itu nilai impor Indonesia Desember 2023 mencapai US$ 19,11 miliar, turun 2,45% dibandingkan November 2023 dan turun 3,81% dibandingkan Desember 2022.
“Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus 44 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 meningkat dari bulan sebelumnya namun lebih rendah dari periode yang sama tahun 2022,” kata Pudji.
Dia mengatakan surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 lebih ditopang pada komoditas nonmigas yaitu sebesar US$ 5,20 miliar. Adapun komoditas penyumbang surplus neraca perdagangan nonmigas yaitu bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi baja.
“Pada saat yang sama neraca perdagangan komoditas migas mengalami defisit US$ 1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit hasil minyak dan minyak mentah,” terang Pudji.
Tiga negara dengan komoditas penyumbang surplus terbesar selama Desember 2023 adalah India (US$ 1,43 miliar), Amerika Serikat (US$ 1,32 miliar), dan Filipina (US$ 720 juta).
“Surplus dengan India sebesar US$ 1,43 miliar didorong oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, besi dan baja,” tutur Pudji.
Sedangkan tiga negara dengan defisit terbesar selama Desember 2023 adalah Australia (US$ 567,5 juta ), Brasil (US$ 498,2 juta), dan Thailand (US$ 405,6 juta).
“Defisit terdalam dengan Australia ini didorong oleh komoditas bahan bakar mineral; bijih logam terak dan abu; serta logam mulia dan perhiasan,” pungkas Pudji.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




