ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Resmikan Bandara Dhoho Kediri, Luhut: Investasi Ini Tidak Ada Untungnya

Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:38 WIB
MM
H
Penulis: Moh. Muajijin | Editor: HE
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan bandara udara internasional Dhoho Kediri, Jumat, 18 Oktober 2024.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan bandara udara internasional Dhoho Kediri, Jumat, 18 Oktober 2024. (Beritasatu.com/Moh Muajijin)

Kediri, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan bandara udara internasional Dhoho Kediri, Jumat (18/10/2024).

Dengan luas area lebih dari 300 hektare dan mampu melayani 1,5 juta penumpang per tahun, Bandara Dhoho akan menjadi gerbang udara utama di wilayah Jawa Barat. Bandara ini dibangun melalui pembiayaan swasta PT Gudang Garam (Persero) Tbk melalui PT Surya Dhoho Investama dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Luhut bercerita, pada awalnya ia mendapatkan laporan dari Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto terkait keinginan Gudang Garam membangun bandara di Kediri. Luhut lalu berkomunikasi dengan Budi Karya Sumadi untuk menindaklanjuti keinginan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saya waktu itu minta Pak Seto ngitung (investasi pembangunan Bandara Dhoho). Sebenarnya enggak ada untungnya investasi ini, karena 4-5 tahun lalu kira-kira Rp 12 triliun investasinya," kata Luhut.

Luhut lalu bertanya langsung kepada bos Gudang Garam Susilo Wonowidjojo mengenai keinginanya itu.

"Saya suka bingung juga, kok mau taruh Rp 12 triliun di sini. Beliau beberapa kali saya tanya, ini sebenarnya tugas pemerintah, tetapi beliau insist untuk terus melakukan ini. Akhirnya kita bantu, sama Pak Budi mengenai pengelolaan bandara ini," ungkapnya.

Luhut menyampaikan, kehadiran Bandara Dhoho Kediri menjadi tonggak penting bagi peningkatan konektivitas di Jawa Timur. Bandara ini resmi beroperasi sebagai yang pertama di Indonesia dengan skema KPBU unsolicited. Inisiatif proyek berasal dari pihak swasta dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Ini menunjukkan bahwa kerja sama antara sektor publik dan swasta mampu memberikan solusi cepat dan efektif untuk tantangan pembangunan.

Luhut menambahkan, Bandara Dhoho juga membawa manfaat besar bagi perekonomian daerah. Fasilitas modern yang tersedia menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong Kediri menjadi pusat ekonomi baru di Jawa Timur.

"Dengan tersedianya tol akses yang sedang dalam proses pembangunan, bandara ini akan memudahkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah selatan Jawa," kata Luhut.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bandara Dhoho Kediri Prediksi Lonjakan Pemudik hingga 55 Persen

Bandara Dhoho Kediri Prediksi Lonjakan Pemudik hingga 55 Persen

JAWA TIMUR
Kementerian Haji Pastikan Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji pada 2027

Kementerian Haji Pastikan Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji pada 2027

JAWA TIMUR
Bandara Dhoho Kembali Beroperasi, Mas Dhito Optimis Okupansi Penumpang di Atas 70 Persen

Bandara Dhoho Kembali Beroperasi, Mas Dhito Optimis Okupansi Penumpang di Atas 70 Persen

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon