ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RUPTL 2025-2034 Buka Peluang Investasi Rp 2.133 Triliun

Rabu, 28 Mei 2025 | 11:55 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam acara Energi Mineral Forum 2025 yang digelar Kementerian ESDM dan B-Universe di Hotel Kempinski, Senin, 26 Mei 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam acara Energi Mineral Forum 2025 yang digelar Kementerian ESDM dan B-Universe di Hotel Kempinski, Senin, 26 Mei 2025. (Beritasatu.com/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 disebut dapat membuka peluang investasi mencapai Rp2.133,7 triliun.

Awalnya Bahlil mengungkapkan, dirinya meminta perusahaan listrik pelat merah, yakni PT PLN, untuk konsisten mengimplementasikan RUPTL terbaru itu sesuai target yang ditetapkan.

Menurut Bahlil, dokumen strategis ini dinilai tidak hanya menjadi pedoman operasional PT PLN, tetapi juga kunci pencapaian target serapan energi bersih nasional dan komitmen penurunan emisi karbon.

ADVERTISEMENT

"Kalau 2034 kita disiplin jalankan, maka 2034 itu sudah melampaui target RUKN (Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional) terhadap energi terbarukan. Yang penting kita konsisten," ucap Bahlil dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/5/2025).

Diketahui sebelumnya, RUPTL PLN untuk 2025 hingga 2034 telah menetapkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 Giga Watt (GW). Dari total tersebut, 76% atau sekitar 52,9 GW bersumber dari Energi Baru Terbarukan atau EBT dan sistem penyimpanan energi (storage).

Untuk proporsi EBT mencapai 42,6 GW atau 61%, storage sebesar 10,3 GW atau 15%, dan sisanya 16,6 GW atau 24% berasal dari pembangkit fosil.

Rinciannya, kapasitas EBT terbagi atas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 17,1 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 11,7 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 7,2 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 5,2 GW, bioenergi 0,9 GW, dan pengenalan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebesar 0,5 GW.

Penambahan ini akan tersebar di Sumatera (9,5 GW), Jawa-Madura-Bali (19,6 GW), Sulawesi (7,7 GW), Kalimantan (3,5 GW), serta Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara (2,3 GW).

Dari sisi pendanaan, RUPTL ini bisa membuka peluang investasi mencapai Rp 2.133,7 triliun. Sebesar Rp 1.341,8 triliun dialokasikan untuk EBT melalui skema Independent Power Producer (IPP) dan Rp 340,6 triliun berasal dari investasi PLN.

Tidak hanya itu, implementasi dokumen ini diharapkan menciptakan lapangan kerja hijau. Dari total kebutuhan 836.696 tenaga kerja di sektor pembangkitan, lebih dari 760.000 bekerja di segmen green jobs.

"Lebih daripada 91% green job. Kira-kira ini supaya anak-anak muda kita bisa masuk," jelas Bahlil.

Sementara itu, PT PLN (Persero) menyatakan komitmen penuhnya dalam merealisasikan RUPTL PLN 2025-2034 sesuai arahan menteri ESDM. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, berkomitmen untuk mempercepat dan memperkuat infrastruktur kelistrikan berbasis energi terbarukan.

"Kami berkomitmen untuk mempercepat proyek energi terbarukan melalui kolaborasi dengan investor dan stakeholder," ujar Darmawan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indonesia Cari Peluang Investasi di APEC setelah Pertemuan AS-China

Indonesia Cari Peluang Investasi di APEC setelah Pertemuan AS-China

EKONOMI
Tarif AS Buka Peluang Investasi, tetapi ICOR Tinggi Jadi Hambatan

Tarif AS Buka Peluang Investasi, tetapi ICOR Tinggi Jadi Hambatan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon