ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembelian Energi dari AS Rp 307 Triliun Terancam Batal

Senin, 14 Juli 2025 | 17:09 WIB
AS
MK
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: MBK
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia seusai peresmian pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi yang digelar di PLTP Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis, 26 Juni 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia seusai peresmian pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi yang digelar di PLTP Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis, 26 Juni 2025. (Antara/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia memang telah melakukan penawaran kepada Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan volume perdagangan, termasuk komoditas migas. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari negosiasi tarif 32% yang ditetapkan oleh Donald Trump.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu proses negosiasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dengan demikian, kepastian impor komoditas migas RI dari AS, ada di tangan Tim Negosiasi.

"Kemarin saya belum tahu perkembangan terakhir, karena yang akan ngomong itu adalah Pak Menko sebagai Ketua," ungkap Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/7/2025).

ADVERTISEMENT

Diketahui, sebelumnya Indonesia telah mengajukan sejumlah penawaran dalam negosiasi tarif. Salah satunya akan memperbaiki defisit neraca dagang AS terhadap Indonesia.

Pemerintah sendiri rencananya akan menggenjot impor dari AS sebesar US$ 34 miliar atau setara dengan Rp 550 triliun. Dari angka tersebut, US$ 15 miliar atau Rp 307,72 triliun merupakan angka untuk impor komoditas energi. Angka tersebut setara Rp 243,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.245 per dolar AS.

"Tetapi kami dari ESDM sudah mengalokasikan sekitar US$ 15 miliar, sekitar US$ 10 miliar-US$ 15 miliar untuk belanja di Amerika. Kalau tarifnya diturunkan," papar Bahlil.

Bahlil mengungkapkan, ada kemungkinan keputusan impor komoditas energi dari AS dibatalkan apabila AS tak sepakat untuk menurunkan kebijakan tarif untuk RI.

Namun, terkait kepastiannya, Bahlil meminta publik dan seluruh pihak untuk menunggu keputusan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Negosiasi. "Tapi kalau enggak, berarti kan enggak ada deal dong. Nanti kita lihat lagi ya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

EKONOMI
Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI
Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon