UMKM dan Manufaktur Wajib Waspada Serbuan Barang Impor
Kamis, 17 Juli 2025 | 19:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) diyakini bisa menjadi momentum memperkuat ekonomi nasional. Kesepakatan tersebut mencakup tarif impor produk Indonesia sebesar 19%, serta pemberlakuan tarif 0% untuk produk-produk Amerika.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meyakini kesepakatan ini merupakan langkah maju dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi. Namun, pemerintah harus mencermati tantangan yang muncul dari kebijakan ini.
Ia menyoroti kesepakatan komitmen Indonesia untuk impor sejumlah komoditi AS. Dalam proposal dengan nilai total US$ 23 miliar tersebut, Indonesia berkomitmen untuk impor minyak dan gas (migas) senilai US$ 15 miliar, produk pertanian US$ 4,5 miliar dan pembelian 50 buah pesawat Boeing 777 US$ 3,5 miliar.
Ia menegaskan pemerintah wajib menyiapkan strategi dan instrumen kebijakan yang menyeluruh untuk melindungi industri dalam negeri.
"Tanpa langkah mitigasi yang kuat, UMKM dan industri manufaktur kita bisa tergerus oleh serbuan barang impor. Ini akan berdampak pada lapangan kerja dan keberlanjutan ekonomi nasional," katanya seperti dilansir dari Antara, Kamis (17/7/2025).
Misbakhun pun menilai, beberapa produk unggulan ekspor Indonesia seperti tekstil, elektronik ringan, alas kaki, dan furnitur kini berhadapan dengan tekanan, akibat tarif Trump dan potensi substitusi pasar oleh produk lain yang lebih kompetitif.
Oleh karena itu, tanpa penyesuaian strategi ekspor padat karya berisiko kehilangan pangsa pasarnya dan berdampak terhadap lapangan kerja serta neraca perdagangan nasional. Menurutnya, penerapan tarif impor 0% terhadap produk AS membawa sejumlah dampak positif.
"Industri dalam negeri yang selama ini mengimpor bahan baku dari Amerika Serikat terutama sektor petrokimia dan manufaktur ringan akan merasakan penurunan biaya produksi sehingga dapat meningkatkan daya saing harga dan meraih margin keuntungan lebih baik," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




