Kontainer Asal Filipina Diduga Biang Radiasi Udang di Banten
Sabtu, 13 September 2025 | 10:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menegaskan keseriusannya dalam menangani isu radiasi Cesium-137 (CS-137) yang sempat dikaitkan dengan udang ekspor Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkap temuan baru di mana 14 kontainer asal Filipina terdeteksi mengandung CS-137 di pelabuhan.
Menurut Zulkifli, temuan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia justru menjadi pihak yang dirugikan dalam kasus ini. “Kontainer tersebut akan segera kita re-ekspor atau dikirim kembali. Regulasi juga akan diperketat, terutama terhadap barang-barang yang berpotensi membawa limbah berbahaya, khususnya scrap,” ujarnya seusai rapat koordinasi lintas kementerian di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Kasus ini berawal dari laporan adanya dugaan pencemaran radiasi CS-137 pada udang Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat, hingga menyebabkan produk tersebut ditarik dan dikirim balik ke Tanah Air. Pemerintah kemudian membentuk satgas lintas kementerian untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan transparan.
Zulkifli menegaskan, pemerintah menaruh perhatian penuh mengingat industri udang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan menyumbang devisa negara. “Pemerintah berkomitmen melindungi nelayan, pekerja, dan pelaku usaha dari dampak isu ini. Investigasi dilakukan secara hati-hati dengan pendekatan ilmiah dan sesuai standar internasional,” jelasnya.
Dari hasil investigasi, pemerintah telah melokalisir sumber pencemaran di kawasan Cikande, Banten, khususnya di area PT PMT. Wilayah tersebut segera dilakukan dekontaminasi. Selain itu, Kementerian Kesehatan telah hampir sepekan melakukan pemeriksaan intensif terhadap masyarakat sekitar untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan serius akibat paparan radiasi.
Dengan temuan kontainer asal Filipina, pemerintah menegaskan bahwa penanganan isu radiasi bukan hanya terkait masalah domestik, tetapi juga menyangkut arus barang lintas negara. Pemerintah memastikan strategi terpadu, mulai dari investigasi, dekontaminasi, hingga penguatan regulasi impor, agar kepercayaan internasional terhadap produk ekspor Indonesia tetap terjaga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




