LPG 3 Kg Langka di Tuban, Warga Antre Panjang hingga Kecewa
Sabtu, 4 April 2026 | 17:35 WIB
Tuban, Beritasatu.com - Kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memicu antrean panjang warga. Kondisi ini telah berlangsung selama lima hari terakhir, dan berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil.
Ratusan warga terlihat mengantre sejak pukul 07.00 WIB di sejumlah pangkalan. Banyak di antara mereka terpaksa pulang tanpa membawa gas karena stok cepat habis.
Kelangkaan LPG 3 kilogram ini membuat warga kesulitan memasak dan menjalankan usaha. Beberapa pelaku usaha bahkan mengaku tidak bisa berproduksi akibat keterbatasan pasokan.
“Sudah empat hari LPG telat, jadi tidak bisa produksi jajan dan kue. Jam 00.00 saya sudah bangun untuk cari LPG, tetapi tidak ada,” ujar Mariana, warga Kelurahan Karangsari, Tuban, kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).
Mariana mengaku hanya mendapatkan satu tabung setelah antre sejak pagi. Padahal, kebutuhan usahanya jauh lebih besar.
“Ini antre dari pagi cuma dapat satu tabung, tidak cukup untuk empat kompor. Semoga LPG segera normal supaya dagangan lancar,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Inawaroh, warga setempat. Meski sudah antre sejak pagi, ia tetap tidak mendapatkan LPG.
“Saya sudah antre dari jam 7 pagi, tapi tidak dapat. Sudah lima hari tidak ada LPG, jadi saya masak pakai kayu bakar,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik pangkalan LPG di Karangsari, Andi Mustami, menyebut pasokan dari Pertamina sebenarnya masih normal. Namun, tingginya permintaan membuat stok cepat habis.
“Pengiriman tetap seperti biasa, tidak ada pengurangan. Tadi dapat 180 tabung, habis dalam dua jam,” jelasnya.
Menurutnya, lonjakan permintaan dipicu oleh warga dari luar wilayah yang ikut membeli LPG di pangkalannya. Hal ini menyebabkan distribusi untuk warga lokal menjadi terganggu.
“Seharusnya untuk warga sini, tapi karena daerah lain mungkin tidak ada kiriman, semua orang mencari ke sini,” tutupnya.
Kondisi ini menambah tekanan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi. Warga berharap distribusi segera normal agar aktivitas kembali berjalan seperti biasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




