ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dirut Agrinas Klaim Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Rp 46,5 T

Selasa, 24 Februari 2026 | 22:57 WIB
AH
H
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: HE
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengeklaim impor 105.000 unit mobil pikap dari India mampu menghemat anggaran hingga Rp 46,5 triliun. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Menurut Joao, keputusan impor diambil karena harga yang ditawarkan jauh lebih kompetitif dibandingkan produsen dalam negeri.

“Dengan pengadaan sarana-prasarana ini, Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp 46,5 triliun,” ujar Joao dalam konferensi pers di kantor Agrinas Pangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Joao tidak memerinci total nilai pembelian kendaraan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa selisih harga dibandingkan produsen lokal mencapai Rp 46,5 triliun.

ADVERTISEMENT

Agrinas telah membayarkan down payment (DP) sekitar 30% untuk pengadaan 105.000 unit kendaraan dari perusahaan India. Sekitar 1.000 unit di antaranya telah tiba di Indonesia pada awal pekan ini.

Adapun perincian kendaraan yang diimpor terdiri dari 35.000 unit pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra, 35.000 unit pikap 4x4 lainnya, dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors India

Joao menegaskan, pihaknya tetap mendukung penggunaan produk dalam negeri. Namun, kemampuan produksi nasional dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.

Dalam proses kualifikasi dan negosiasi, Agrinas mengundang sejumlah produsen dalam negeri. Untuk segmen pikap, produsen yang terlibat antara lain Toyota Hilux, Isuzu, Mahindra, dan Mitsubishi Triton. Sedangkan untuk truk roda enam diikuti Isuzu, Hino, dan Foton.

Hasil negosiasi menunjukkan produsen truk lokal hanya mampu menyediakan total 45.000 unit, dengan perincian Mitsubishi Fuso 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10.000 unit, dan Isuzu Canter 900 unit.

Karena keterbatasan kapasitas tersebut, Agrinas akhirnya memutuskan melakukan pengadaan dari India.

“Jadi saya pikir pengadaan mobil dari India ini cukup fair. Kami sudah beri kesempatan kepada semua pihak dan ternyata memang produsen kita belum mampu,” katanya.

Joao juga menilai skema harga dari produsen dalam negeri kurang kompetitif meskipun pembelian dilakukan dalam jumlah besar.

"Saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah, kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal?" pungkasnya.

Sebagai informasi, Agrinas memperoleh dukungan pendanaan dari bank-bank Himbara sebesar Rp 200 triliun untuk pembangunan 80.000 kopdes. Hingga saat ini, realisasi pendanaan telah mencapai Rp 90 triliun.

Dari total target tersebut, sebanyak 1.357 unit kopdes telah selesai dibangun, sementara sekitar 30.500 unit lainnya dalam tahap mendekati penyelesaian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon