ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar Global Waspada setelah Serangan AS dan Israel ke Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:50 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Sebuah proyektil yang masuk meledak di atas air saat Israel mengeluarkan peringatan nasional menyusul serangannya ke Iran, di Teluk Haifa, Israel utara, Sabtu 28 Februari 2026.
Sebuah proyektil yang masuk meledak di atas air saat Israel mengeluarkan peringatan nasional menyusul serangannya ke Iran, di Teluk Haifa, Israel utara, Sabtu 28 Februari 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku pasar global bersiap menghadapi potensi gejolak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi dimulainya major combat operations di Iran. Serangan itu dilakukan AS bersama dengan Israel. Iran mengonfirmasi lima siswi tewas dalam serangan yang menyasar kompleks sekolah di Minab, Iran selatan.

Langkah militer tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak pasar yang lebih besar dibandingkan ketegangan geopolitik sebelumnya, termasuk krisis di Venezuela.

Head of Investment Santa Lucia Asset Management Florian Weidinger mengatakan, risiko kali ini akan lebih berdampak karena menyangkut stabilitas kawasan Teluk dan jalur distribusi energi global.

ADVERTISEMENT

“Ini jelas memiliki dampak yang lebih besar daripada Venezuela,” ujarnya dikutip dari CNBC, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, Venezuela hanya relevan bagi jenis minyak mentah berat tertentu. Sementara Iran berkaitan langsung dengan Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak terpenting dunia.

Sekitar 13 juta barel minyak mentah per hari melewati Selat Hormuz pada 2025, atau sekitar 31% arus minyak mentah laut global. Gangguan di jalur tersebut dapat memicu lonjakan harga energi.

Sementara, Direktur Manajemen Kekayaan Pribadi UOB Kay Hian Kenneth Goh menilai pasar kemungkinan merujuk pada pola sebelumnya saat Israel menyerang situs nuklir Iran pada Juni 2025.

Kala itu, pasar sempat melemah sebelum kembali stabil setelah jalur distribusi energi tidak terganggu.

Namun kali ini, investor diperkirakan akan lebih berhati-hati. 
"Arah pergerakan pasar pada awal pekan diproyeksi cenderung menghindari risiko (risk-off), ditandai penguatan dolar AS dan yen Jepang serta kenaikan harga emas," pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

INTERNASIONAL
Trump Tutupi Kegagalan Serangan ke Iran

Trump Tutupi Kegagalan Serangan ke Iran

INTERNASIONAL
Pakar: Rencana Serangan Darat ke Iran Bisa Hancurkan Kredibilitas AS

Pakar: Rencana Serangan Darat ke Iran Bisa Hancurkan Kredibilitas AS

INTERNASIONAL
Iran Kecam Inggris Izinkan AS Serang Wilayahnya

Iran Kecam Inggris Izinkan AS Serang Wilayahnya

INTERNASIONAL
Trump Klaim Iran Punya Rudal Tomahawk

Trump Klaim Iran Punya Rudal Tomahawk

INTERNASIONAL
Tuding Trump Bohong, Iran: Korban Tentara AS Tewas Tembus 500 Orang

Tuding Trump Bohong, Iran: Korban Tentara AS Tewas Tembus 500 Orang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT