Bursa Asia Bakal Tertekan setelah Serangan AS ke Iran
Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pasar saham Asia diperkirakan dibuka melemah pada awal pekan setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Iran. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran konflik regional yang lebih luas dan memicu pergeseran sentimen investor ke arah risk-off.
Sejumlah analis memperkirakan tekanan jual akan terjadi di bursa utama Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Hong Kong, terutama pada sektor-sektor siklikal yang sensitif terhadap risiko global.
Kepala Ekonom Asia-Pasifik Natixis Alicia García-Herrero mengatakan reaksi awal pasar kemungkinan cukup berat.
“Pembukaan pasar pada hari Senin akan cenderung berat dan menghindari risiko, dengan potensi penurunan ekuitas global sebesar 1% hingga 2% atau lebih,” ujarnya dikutip dari CNBC International, Sabtu (28/2/2026).
Ia menambahkan, dalam kondisi seperti ini investor biasanya memburu aset aman seperti dolar AS dan yen Jepang, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi turun 5 hingga 10 basis poin.
Sementra, Direktur Manajemen Kekayaan Pribadi UOB Kay Hian Kenneth Goh menyebut pasar akan mengacu pada pola respons sebelumnya ketika Israel menyerang fasilitas Iran pada Juni 2025.
“Itulah pola yang akan dijadikan acuan pasar pada hari Senin. Kemungkinan akan terjadi perpindahan aset ke tempat yang aman dengan penguatan dolar AS, yen Jepang, dan lonjakan permintaan emas,” ucap dia.
Menurutnya, kunci arah pasar akan sangat bergantung pada respons lanjutan Iran, khususnya apakah terjadi gangguan di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.
Sementara itu, Billy Leung, ahli strategi investasi Global X ETFs, memperingatkan bahwa dampak berkepanjangan akan sangat signifikan bagi Asia yang bergantung pada impor energi.
“Pasar saham global kemungkinan akan dibuka lebih rendah dengan volatilitas yang meningkat, terutama di sektor-sektor berisiko tinggi dan siklikal,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




