ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Awal 2026 Suram, 34.650 Karyawan Perusahaan Teknologi Kena PHK

Minggu, 1 Maret 2026 | 11:59 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK)
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK) (Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi karyawan sektor teknologi pada awal 2026. Sejumlah perusahaan teknologi global kembali melakukan efisiensi tenaga kerja di tengah tekanan bisnis yang belum sepenuhnya mereda.

Berdasarkan data dari situs pelacak PHK berbasis crowdsourcing Layoffs.fyi, hingga 28 Februari 2026, tercatat sebanyak 48 perusahaan teknologi global telah melakukan PHK, dengan total 34.650 karyawan terdampak.

Sebelumnya, sebanyak 551 perusahaan teknologi melakukan PHK pada 2024 dengan total 152.922 karyawan kehilangan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Memasuki 2025, jumlah perusahaan yang melakukan PHK menurun menjadi 269 perusahaan, dengan 123.941 pekerja terdampak. Meski tren PHK menunjukkan penurunan secara tahunan, data tersebut menunjukkan tekanan terhadap industri teknologi masih berlanjut hingga 2026.

Salah satu perusahaan besar yang kembali melakukan PHK pada awal tahun ini adalah Amazon. Perusahaan tersebut memangkas ribuan karyawan korporat, menandai gelombang PHK kedua sejak Oktober 2025, setelah sebelumnya memotong sekitar 14.000 posisi.

Selain Amazon, sejumlah perusahaan teknologi lain juga tercatat melakukan pengurangan tenaga kerja, antara lain Zillow, Zupee, Workday, Expedia, Pinterest, hingga Meta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT