ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Update Harga Emas: Melemah Tertekan Dolar AS

Rabu, 11 Maret 2026 | 23:04 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Harga emas global turun hari ini.
Harga emas global turun hari ini. (AP/AP)

London, Beritasatu.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu (11/3/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran inflasi yang dapat mendorong suku bunga tetap tinggi.

Harga emas spot tercatat turun 0,3% menjadi US$ 5.177,50 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 1,1% menjadi US$ 5.185,20 per ons.

Penguatan dolar AS turut menekan harga logam mulia. Indeks dolar AS tercatat naik 0,3%. Penguatan mata uang tersebut membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan pasar emas saat ini berada dalam tarik-menarik antara meningkatnya permintaan aset aman akibat konflik geopolitik dan kekhawatiran suku bunga yang bertahan tinggi dalam jangka lebih lama.

ADVERTISEMENT

“Pasar emas tampaknya berada dalam tarik-menarik antara permintaan safe haven yang didorong perang dan kekhawatiran suku bunga yang akan tetap tinggi lebih lama,” ujar Grant dilansir dari Reuters.

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi. Namun, logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah juga masih memengaruhi sentimen pasar. Iran dilaporkan menyerang Israel serta sejumlah target di kawasan tersebut, sementara sedikitnya tiga kapal dilaporkan terkena serangan di kawasan Teluk.

Situasi tersebut menunjukkan Teheran masih memiliki kemampuan untuk mengganggu pasokan energi meskipun Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan militer besar.

Pada sisi lain, harga minyak kembali naik karena pelaku pasar meragukan efektivitas rencana International Energy Agency untuk melepas cadangan minyak dalam jumlah besar guna menahan potensi gangguan pasokan akibat konflik.

Kenaikan harga minyak berisiko meningkatkan inflasi karena berdampak pada biaya energi dan transportasi di berbagai sektor ekonomi.

Data ekonomi terbaru menunjukkan indeks harga konsumen di AS naik 0,3% pada Februari 2026, sejalan dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, inflasi konsumen AS tercatat sebesar 2,4%.

Analis Standard Chartered menyebut penurunan harga emas dalam beberapa pekan terakhir merupakan hal yang wajar karena sebagian investor melakukan pencairan dana tunai.

“Kami tetap mempertahankan pandangan positif dalam jangka panjang dan memperkirakan harga emas akan kembali melanjutkan tren kenaikan setelah aksi ambil untung dalam jangka pendek,” tulis analis Standard Chartered.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 3,1% menjadi US$ 85,67 per ons. Sementara itu, platinum melemah 0,5% menjadi US$ 2.189,35 per ons dan paladium turun 1,3% menjadi US$ 1.633,30 per ons.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat

Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat

EKONOMI
Update Harga Emas dan Perak Dunia: Kompak Turun Tajam

Update Harga Emas dan Perak Dunia: Kompak Turun Tajam

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia Naik 1,3 Persen, Perak Turun 0,5 Persen

Update Harga Emas Dunia Naik 1,3 Persen, Perak Turun 0,5 Persen

EKONOMI
Harga Emas Antam Turun Rp 30.000 Hari Ini 30 Maret

Harga Emas Antam Turun Rp 30.000 Hari Ini 30 Maret

EKONOMI
Harga Emas Sepekan Turun Rp 6.000 Pasca-Lebaran

Harga Emas Sepekan Turun Rp 6.000 Pasca-Lebaran

EKONOMI
Harga Emas Dunia Hari Ini Naik Nyaris 3 Persen Didorong Aksi Beli

Harga Emas Dunia Hari Ini Naik Nyaris 3 Persen Didorong Aksi Beli

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon