Harga Emas Dunia Hari Ini Naik Nyaris 3 Persen Didorong Aksi Beli
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:08 WIB
London, Beritasatu.com – Harga emas dunia melonjak lebih dari 3% pada Sabtu (28/3/2026), didorong aksi beli saat harga turun (buy on dip) setelah terkoreksi pada awal pekan, di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.
Harga emas spot naik 2,6% menjadi US$ 4.491,78 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di US$ 4.554,39. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2,7% ke level US$ 4.492,5.
Selain emas, harga perak spot naik 2,2% menjadi US$ 69,54 per ons. Platinum menguat 2,3% ke level US$ 1.868,89, sementara paladium naik 1,8% menjadi US$ 1.377,25 per ons.
Senior Market Strategist RJO Futures, Daniel Pavilonis, mengatakan pelemahan harga sebelumnya membuka peluang beli yang menarik bagi investor, terutama setelah harga sempat turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari.
Harga emas spot sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan di US$ 4.097,99 pada Senin (23/3/2026).
Menurut Pavilonis, harga emas berpotensi bergerak naik secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Namun, jika konflik Iran mereda, sentimen risiko di pasar dapat kembali meningkat.
Pada sisi lain, harga minyak tetap bertahan di atas US$ 110 per barel, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz setelah Teheran menolak proposal perdamaian dari AS.
Konflik yang kini memasuki pekan keempat telah meluas di kawasan Timur Tengah dan memicu lonjakan harga energi serta pupuk, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Meski demikian, Commerzbank menaikkan proyeksi harga emas dengan target akhir tahun menjadi US$ 5.000 per ons dari sebelumnya US$ 4.900. Bank tersebut menilai koreksi harga saat ini tidak akan berlangsung lama.
Commerzbank juga memperkirakan konflik Iran akan berakhir pada musim semi, yang dapat meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Bank sentral AS diproyeksikan kembali menurunkan suku bunga pada akhir tahun ini dengan total penurunan sekitar 75 basis poin hingga pertengahan tahun depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




