Kajian Independen Blok Masela Rampung
Rabu, 23 Desember 2015 | 14:36 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kajian konsultan independen Poten&Partner terkait pengembangan Lapangan abadi, Blok Masela di Laut Arafura, Maluku sudah rampung.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja mengatakan kajian tersebut telah dipaparkan kepada Menteri ESDM Sudirman Said. Namun dia enggan menjelaskan rekomendasi Poten&Partner tersebut. "Potten memaparkan semua metodenya. Nantilah pada waktunya disampaikan," kata Wiratmaja di Jakarta, Rabu (23/12).
Wiratmaja menuturkan hasil kajian tersebut meliputi pengembangan wilayah Maluku serta penerimaan negara. Dia menyebut hasil kajian Potten akan dibahas bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Namun Wiratmaja belum bisa memastikan kapan keputusan pengembangan Blok Masela diumumkan. "Tergantung bapak Menteri (ESDM Sudirman Said)," ujarnya.
Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya mengungkapkan nasib Blok Masela diumumkan sebelum tutup tahun ini. Sedianya pengembangan Blok Masela ini diputuskan pada Oktober 2015 kemarin. Namun lantaran timbul polemik mengenai pengembangan blok tersebut maka diputuskan untuk mendapatkan masukan dari konsultan independen.
Opsi pengembangan Blok Masela yakni kilang gas alam cair (LNG) darat atau kilang LNG terapung. Berdasarkan kajian SKK Migas bersama Inpex sebagai operator Masela, dengan kapasitas tahunan kilang sebesar 7,5 metrik ton per tahun, biaya kapital untuk membangun kilang di darat sebesar US$ 19,3 miliar dan di laut US$ 14,8 miliar. Sementara biaya operasional per tahun untuk kilang di darat diperkirakan sebesar US$ 356 juta dan di laut US$ 304 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




