ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Seskab: Permintaan Semen Meningkat, Ekonomi 2016 Akan Lebih Baik

Jumat, 1 Januari 2016 | 11:17 WIB
N
B
Penulis: Nasori | Editor: B1
Sekretaris Kabinet Pramono Anung
Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta – Pemerintah optimistis kondisi perekonomian Indonesia pada 2016 akan lebih baik dibanding 2015. Tanda-tanda itu mulai tampak dari peningkatan permintaan bahan bagungan seperti semen dan besi baja yang meningkat signifikan belakangan ini.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan, perbaikan ekonomi itu di antaranya terindikasi dari kebutuhan semen dan besi baja yang saat ini mengalami kekurangan. Ini dikarenakan kebutuhan untuk membangun infrastruktur itu luar biasa besar.

"Jadi, ini merupakan indikasi dan pada satu tahun ini. Apalagi setelah reshuffle kabinet pada Agustus lalu ada delapan paket kebijakan yang ternyata bisa menstabilkan ekonomi kita dan membuat Indonesia menjadi tempat investasi yang menarik bagi dunia usaha," kata Pramono dalam laman Sekretariat Kabinet yang terpatau, Jumat (1/1).

Meski ada persoalan kegaduhan di parlemen, menurut Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung, perbaikan ekonomi itu juga didukung oleh adanya persoalan politik yang relatif stabil. "Meski ada kegaduhan, kalau dilihat secara nasional politik relatif stabil," tandas dia.

ADVERTISEMENT

Pramono menilai, 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pasalnya, tahun 2015 adalah tahun persoalan konsolidasi politik terkait adanya pengelompokkan di parlemen antara partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).

Kemudian, lanjut Pramono, persoalan asap yang hampir 3-4 bulan betul-betul menyita perhatian dan berbagai persoalan yang ada. "Tetapi kalau dilihat, bahwa di ujung pemerintahan Pak Jokowi dan Pak JK ini, persoalan yang paling utama adalah persoalan ekonomi yang mengalami rebound," kata dia.

Seskab memaparkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 yang sebesar 4,67%, naik menjadi 4,74% pada kuartal II-2015, naik menjadi 4,8% lebih pada kuartal III-2015, dan kemudian terakhir sudah 5%, merupakan bukti adanya perbaikan.

"Ini menunjukkan bahwa titik terbawahnya itu sudah dilampaui, sehingga apa lagi, apa yang menjadi basis tumpuan pemerintahan ini ‘kan membangun infrastruktur, kemudian juga mengubah dari konsumsi menjadi produksi," terang dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jaga Pertumbuhan, Pemerintah Didorong Perluas Program Padat Karya

Jaga Pertumbuhan, Pemerintah Didorong Perluas Program Padat Karya

EKONOMI
Peran Swasta Penting untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Peran Swasta Penting untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

EKONOMI
Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon