ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PTPN III Diusulkan Bentuk Divisi Bisnis Baru

Selasa, 6 Maret 2012 | 21:40 WIB
IH
FH
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit (Jakarta Globe)
Untuk membentuk divisi bisnis pengelola kawasan industri harus memiliki modal membangun infrastruktur.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III disarankan membentuk divisi bisnis baru yang fokus mengelola kawasan industri kelapa sawit Sei Mangkei Sumatera Utara. Pasalnya, selama ini, fokus bisnis PTPN adalah perkebunan. Berbeda dengan fokus bisnis yang dibutuhkan untuk mengelola Sei Mangkei sebagai kawasan industri.

"Setelah jadi kawasan industri, Sei Mangkei harus dikelola profesional. Untuk itu, PTPN sebaiknya membentuk divisi atau anak usaha baru yang fokus bisnis kawasan industri. Untuk saat ini, PTPN masih bisa memadai. Ke depan, harus dibuat khusus pengelolanya. Karena, paradigma bisnis perkebunan dengan kawasan industri itu berbeda," kata Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi di Jakarta, hari ini.

Dia menambahkan, untuk membentuk divisi bisnis pengelola kawasan industri harus memiliki modal membangun infrastruktur. Dia memperkirakan, setidaknya, modal untuk membangun infrastruktur selain listrik, sekitar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu per meter lahan.

"Kira-kira, modal kerja awalnya harus cukup untuk membangun infrastruktur di kawasan itu. Belum termasuk listrik. Untuk satu kawasan itu, seluas 2002 hektar, butuh listrik 300-400 megawatt," kata Dedi.

Dedi mengatakan, pemerintah sedang memfinalisasi perubahan status lahan Sei Mangkei.

"Saat ini statusnya perkebunan. Kalau mau dijadikan kawasan industri, harus diubah menjadi Hak Pengelolaan Lahan. Sekarang masih diproses di Badan Pertanahan Nasional. Jadi, nanti bisa dijual lahannya untuk kawasan industri," kata Dedi.

Dengan perubahan status itu, jelas dia, akan memberi kepastian bagi investor yang ingin masuk di Sei Mangkei.

"Maunya segera beres," ujar Dedi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon