ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Satelit BRIsat Sukses Diluncurkan dari Guyana

Minggu, 19 Juni 2016 | 02:10 WIB
PD
B
Penulis: Primus Dorimulu | Editor: B1
Roket Ariane 5 membawa satelit BRIsat sukses diluncurkan pukul 18.39 Sabtu waktu Guyana atau pukul 04.39 WIB, Minggu, 19 Juni 2016.
Roket Ariane 5 membawa satelit BRIsat sukses diluncurkan pukul 18.39 Sabtu waktu Guyana atau pukul 04.39 WIB, Minggu, 19 Juni 2016. (Arianespace)

Kourou, Guyana - Tepat pukul 18.39 waktu Guyana, Sabtu (18/6) atau pukul 04.39 WIB, Minggu (19/6), BRIsat dan EchostarXVIII berhasil meluncur ke angkasa dibawa roket Ariane 5 milik Arianespace.

Dengan kecepatan 10 km per jam, Ariana 5 mencapai ketinggian 35.800 km dalam tempo 42 menit, membawa 6,3 ton satelit Echostar XVIII dan 3,5 ton BRIsat. Ditambah Bahan bakar dan berat roket, total beban Ariane 5 mencapai 780 ton.

"Tiada kata lain selain syukur. Kita bersyukur karena BRIsat sukses diluncurkan setelah tertunda tiga kali," kata Dirut BRI Asmawi Syam.

Peluncuran satelit senilai Rp 3,4 triliun ini terlaksana setelah sempat tertunda tiga kali karena berbagai kendala teknis dan cuaca.

ADVERTISEMENT

Kehadiran satelit ini menjadi tonggak baru dalam sejarah perbankan Indonesia dan juga dunia karena BRI menjadi satu-satunya bank atau lembaga keuangan di dunia yang memiliki satelit sendiri.

BRIsat dibawa oleh roket Ariane 5 milik Arianespace, Prancis, yang juga menggendong Echostar XVIII, satelit milik perusahaan TV asal AS, menuju posisi orbit di slot 150,5 E dari Kourou, Guyana.

Panjang roket Ariane 5 adalah 54,8 meter, dengan total berat mencapai 780 ton, termasuk di dalamnya 6,3 ton berat satelit Echostar XVIII yang berada di pucuk roket dan 3,5 ton berat BRIsat yang berada di bawah Echostar XVIII.

Satelit BRIsat menggunakan bus tipe SSL 1.300 berbentuk silinder berdiameter 122 inci. Tanpa bahan bakar, berat BRIsat 1.872 kg, sedang dengan bahan bakar, beratnya mencapai 3.549 kg atau 3,5 ton. BRIsat memuat 36 transponder dalam frekuensi C-band lebar, frekuensi 36 MHz, dan 9 transponder K-band dengan lebar frekuensi 72 MHz per transponder. Total bidang frekuensi yang dugunakan BRsat untuk C-band selebar 800 Mhz dan Ku-band selebar 720 MHz.

BRIsat diproduksi oleh Space System/Local (SS)/L, AS. Setelah diluncurkan, BRIsat akan berada di 150,5 E Geostasioner orbit di 36.000 km di atas ekuator. Slot 150,5 E berada di atas langit Papua. Antena V-sat yang digunakan BRI akan diarahkan ke ujung timur Indonesia.

Proses peluncuran hingga pemisahan satelit memakan waktu 35 menit. Setelah berada di posisi orbit geostasioner, BRIsat akan melewati proses uji-coba, paling lama 60 hari, untuk memastikan semua fungsi berjalan dengan baik. Setelah itu, satelit BRIsat mulai berfungsi sebagai satelit komunikasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon