ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Surplus Lahan, Produksi Padi Jatim Lampaui Target

Selasa, 20 September 2016 | 19:29 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
Ilustrasi petani tengah memanen padi
Ilustrasi petani tengah memanen padi (Antara/Fikri Yusuf)

Surabaya - Produksi padi Jawa Timur (Jatim) tahun ini dipastikan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Pasalnya, per 1 Agustus 2016 lalu luas tanam padi di Jatim telah mencapai 2.306.000 hektar atau terjadi surplus sebesar 23.000 hektar dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 2.282.304 hektar luas tanam lahan padi hinggga akhir tahun ini.

"Padahal, di bulan September ini tanam padi masih terus berlangsung di lahan seluas 63.000 hektar. Itu artinya, target produksi padi Jatim yang ditetapkan oleh pusat sebesar 13,5 juta ton Gabah Kering Giling pada tahun ini akan terlampaui," kata Kepala Dinas Pertanian Jatim, Wibowo Eko Putro di Surabaya, Selasa (20/9).

Wibowo mengakui, terjadinya surplus tersebut tak lepas dari musim kemarau basah yang sedang terjadi sekarang di beberapa wilayah Indonesia termasuk di Jatim karena pengaruh La Nina. Dengan terus berlangsungnya hujan di sejumlah daerah, lahan kering tadah hujan yang biasanya saat kemarau sudah tidak bisa lagi ditanami kini masih bisa ditanami dan berproduksi. Salah satunya adalah daerah di Madura, Jawa Timur.

"Petani memang diuntungkan dengan kemarau basah sekarang ini. Bahkan, dengan kondisi sekarang ini baru kali ini luas tanam padi di Jatim bisa mencapai 2,3 juta hektar per tahun, biasanya hanya rata-rata mencapai 2,1 juta hektar atau hanya 2,067 juta hektar," katanya.

ADVERTISEMENT

Meskipun demikian, Wibowo tetap mengingatkan petani agar selalu mewaspadai kemungkinkan munculnya organisme pengganggu tumbuhan saat kemarau basah seperti sekarang. Pihaknya sendiri telah mendorong Pengamat Hama Penyakit di setiap Kabupaten Kota agar terus berkeliling. Dan, dari pantauan di lapangan, sejauh ini gangguan organisme pengganggu tumbuhan hanya mencapai 0,5 persen.

Wibowo mengungkapkan target produksi padi Jatim yang dipatok pemerintah pusat cenderung meningkat seiring dengan selesainya program rehabilitasi saluran tersier dan pembangunan waduk di seluruh Jatim. "Hingga tahun 2019, produksi padi Jatim ditargetkan mencapai 15 juta ton GKG," kata Wibowo.

Dijelaskan, selesainya program rehabilitasi waduk akan berdampak positif terhadap naiknya indeks pertanaman Jatim yang diperkirakan akan mencapai 2,58. Artinya, pada tahun 2019, rata-rata sawah di Jatim bisa ditanami tiga kali dalam satu tahun.

Potensi air yang bisa dimanfaatkan di Jatim mencapai 52,2 miliar kubik. Sedangkan kebutuhan air untuk sektor pertanian Jatim mencapai 22,2 miliar kubik dan yang tersedia hanya mencapai 19,2 miliar kubik.

"Untuk itu, sejak tahun 2009 kami terus melakukan rehabilitasi saluran tersier. Kami minta fatwa PU Pengairan tentang titik koordinat saluran primer dan skunder yang dibangun PU. Dengan diketahuinya titik kordinat saluran primer dan skunder tersebut, akan kami sambung dengan saluran tersier," terang Wibowo.

Untuk tahun ini, imbuh dia, rehabilitasi saluran tersier di Jatim mencapai 95.000 hektar. Dengan demikian, sejak 2009 hingga sekarang, program rehabilitasi saluran tersier di Jatim sudah mencapai 52 persen dari 931.000 hektar hingga 2019 atau hampir sekitar 500.000 hektar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanaman Mati di Kebun Rumah, Cabut atau Biarkan Saja?

Tanaman Mati di Kebun Rumah, Cabut atau Biarkan Saja?

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon