ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Rangkul Perguruan Tinggi Kembangkan Kawasan Pesisir

Minggu, 2 Oktober 2016 | 11:32 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi Sektor Kelautan dan Perikanan
Ilustrasi Sektor Kelautan dan Perikanan (JG/Antara/JG/Antara)

Padang - Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang dan Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Brahmantya Satya Murti Purwadi menyatakan pemerintah akan menerapkan pengembangan sumber daya kelautan dengan mengadopsi konsep Tiga Pilar antara pembangunan kelautan, pengembangan sumber daya, dan pembelajaran.

"Kami akan merangkul Perguruan Tinggi di daerah untuk merealisasikan tiga pilar tersebut," kata dia, di Padang, Minggu (2/10).

Ia menyampaikan hal ini perlu untuk diperhatikan mengingat begitu besarnya kerusakan dan degradasi serta eksploitasi kawasan pesisir pantai.

Selain itu menurutnya potensi ekowisata pantai menjadi sangat esensial karena Indonesia memiliki garis pantai nomor empat terpanjang di dunia.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikannya ketika bertindak sebagai keynote speaker dalam International Seminar Geography bertajuk Geospatial Based Coastal Ecotourisme for Georaphy Teaching Material Development, yang digelar oleh Program Studi Magister Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Sabtu, 1 Oktober 2016 di Basko Grand Mall dan Hotel Padang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Geografi Universitas Negeri Padang (UNP) Dedi Hermon mengatakan kampusnya akan menjadi mitra Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan di sektor kawasan pesisir pantai.

Untuk kedepannya UNP akan diberi kepercayaan untuk memberikan kontribusi untuk kajian dan pelatihan bagi pencapaian pembangunan masyarakat pesisir Sumatera khususnya.

"Alhamdulillah kami akan menjajaki sebuah Mou (Memorandum of Understanding) antara UNP dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," tambah dia.

Ia mengharapkan dari seminar ini untuk kedepannya ada keberlanjutan arah pembangunan pesisir melalui sinergisitas antara Perguruan Tinggi dengan pemerintah pusat dalam hal ini pihak KKP, pemerintah daerah dan local community untuk pembangunan kelautan atau masyarakat pesisir berbasis pendidikan dalam mengangkat potensi laut dan pesisir yang belum terkelola dengan baik.

Seminar Internasional ini diikuti hampir 700 orang peserta, yang berasal dari unsur dosen, guru, praktisi, mahasiswa, LSM, dan perwakilan Dinas Kelautan dari dalam dan luar Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu juga menghadirkan para pembicara yang pakar dalam bidang kajian maritim dan kawasan pesisir yaitu Safiah Yusmah Muhammad Yussof dari University Malaya, Daniel A Priess mewakili National Univesity of Singapore, Asnil Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri RI, serta Genius Umar Wakil Walikota Pariaman.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tak Larang Nobar Film Pesta Babi

Pemerintah Tak Larang Nobar Film Pesta Babi

NASIONAL
Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Rekomendasi Reformasi Polri Dinilai Tersendat, Ada Apa?

Rekomendasi Reformasi Polri Dinilai Tersendat, Ada Apa?

NASIONAL
RUU Pemilu Belum Final, Yusril: Tunggu Draf DPR Rampung

RUU Pemilu Belum Final, Yusril: Tunggu Draf DPR Rampung

NASIONAL
3 Prajurit Gugur, Puan Minta Evaluasi Penugasan TNI

3 Prajurit Gugur, Puan Minta Evaluasi Penugasan TNI

NASIONAL
Bayang-bayang Global Menguji Ketahanan Fiskal APBN

Bayang-bayang Global Menguji Ketahanan Fiskal APBN

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon