Pembiayaan Indonesia Eximbank untuk UMKM Naik 47%
Minggu, 16 Oktober 2016 | 23:17 WIB
Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/Indonesia Eximbank membukukan pembiayaan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor per September 2016 mencapai Rp 8,61 triliun. Jumlah tersebut naik 47% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,86 triliun.
"Hal tersebut merupakan bukti nyata dukungan Indonesia Eximbank kepada UMKM yang berorientasi ekspor," kata CEO Indonesia Eximbank Ngalim Sawega dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Minggu (16/10).
Selain pembiayaan, lanjut dia, Indonesia Eximbank juga dapat memberikan bimbingan dan jasa konsultasi kepada UMKM dan koperasi guna meningkatkan kapabilitas pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Salah satunya yakni melalui Program Khusus Rintisan Eksportir Baru atau Coaching Program for New Exporters (CPNE).
Dia menjelaskan, CPNE merupakan program jasa konsultasi yang dimiliki oleh Indonesia Eximbank guna memberikan bimbingan dan pendampingan di bidang produksi, keuangan, pemasaran dan manajerial dengan tujuan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk maupun jasa yang kompetitif di pasar global.
Melalui CPNE ini, Indonesia Eximbank memberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor hingga dapat menjual produknya ke pasar luar negeri.
Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, para peserta CPNE ini diberikan dukungan untuk mengikuti pameran-pameran dengan skala internasional salah satunya seperti Trade Expo Indonesia, guna membukakan peluang bisnis agar dapat go international.
"Setiap tahunnya Indonesia Eximbank menyaring pelaku-pelaku UMKM berorientasi ekspor untuk dapat mengikuti program CPNE dan kami memberikan kesempatan dan dukungan penuh kepada 17 binaan CPNE terbaik untuk mengikuti ajang TEI ini," kata Ngalim.
Di tahun 2016, Indonesia Eximbank telah berhasil menyaring sebanyak 115 UMKM yang berorientasi ekspor untuk mengikuti CPNE dari berbagai sektor usaha antara lain seperti furnitur, makanan dan minuman, kerajinan, batik, tekstil hingga sapu.
Para peserta CPNE akan mengikuti berbagai rangkaian program pelatihan dan keterampilan seperti pelatihan mengenai prosedur ekspor, perpajakan dan keuangan hingga pemasaran. Selain itu, terdapat program keterampilan berupa bahasa Inggris dan penggunaan sosial media sebagai salah satu sarana marketing.
Lebih lanjut Ngalim menjelaskan, pemberian sarana penunjang ekspor juga diberikan oleh Indonesia Eximbank kepada peserta CPNE terpilih guna membantu meningkatkan kualitas produksi maupun keterampilan mereka.
"Kedepannya, kami akan terus berupaya meningkatkan jumlah UMKM berorientasi ekspor melalui program CPNE sebagai salah satu bentuk dukungan kami pada program Pemerintah dalam meningkatkan pelaku UMKM berorientasi ekspor di Indonesia," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




