ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ambil Alih Rokan dari Chevron, Pertamina Bantu Hemat Devisa US$ 4 M

Rabu, 1 Agustus 2018 | 09:58 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi Kilang Minyak dan Gas di Lepas Pantai
Ilustrasi Kilang Minyak dan Gas di Lepas Pantai (Istimewa)

Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyambut baik keputusan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero). Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyatakan kepercayaan yang diberikan kepada Pertamina untuk mengelola blok dengan produksi lebih dari 200.000 barel minyak per hari (BPH) tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah.

"Kami yakin mampu bersaing dengan kontrator kontrak kerja sama lainnya. Sesuai proposal yang telah kami sampaikan kepada pemerintah, dengan mengelola Blok Rokan akan meningkatkan produksi hulu Pertamina sekaligus mengurangi impor minyak, sehingga bisa menghemat devisa sekitar US$ 4 miliar per tahun, serta menurunkan biaya produksi hilir secara jangka panjang," jelas Nicke dalam keterangannya, Rabu (1/8).

Nicke menambahkan karakteristik minyak di Blok Rokan, sesuai konfigurasi kilang nasional dan akan diolah di dalam negeri, yakni di kilang Balongan, Dumai, Plaju, dan Balikpapan.

ADVERTISEMENT

Guna mempertahankan produksi, Pertamina dalam proposal juga menyampaikan akan memanfaatkan teknologi enhance oil recovery (EOR) yang juga telah diterapkan di lapangan-lapangan migas Pertamina, seperti di Rantau, Jirak, dan Tanjung, yang dikelola PT Pertamina EP (PEP), termasuk penerapan steamflood yang juga sudah dilakukan di lapangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Siak.

"Kami menilai pemerintah mempertimbangakan keputusan ini dengan matang, dalam rangka ketahanan energi nasional, penghematan devisa dan potensi peningkatan dividen bagi negara. Dengan kepercayaan ini, kami akan mengoptimalkan sumber daya anak bangsa, yang telah berpengalaman mengelola blok migas sebelumnya," katanya. 

Setelah keputusan ini, maka Chevron dan Pertamina akan melakukan kegiatan transisi hingga 2021. Hal ini untuk menjaga tingkat produksi supaya tidak turun. Produksi Chevron di Blok Rokan saat ini mencapai 200.000 barel per hari dengan cadangan minyak mencapai 500 juta - 1,5 miliar barel setara minyak.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon