Right Issue, Harga Saham Kimia Farma Rp530 Per Lembar
Selasa, 5 Juni 2012 | 15:41 WIB
Dengan komposisi kepemilikan publik setelah rights issue sebesar 29,97 persen akan diperoleh insentif pajak pada 2015 sebesar 3,2 persen
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana melepaskan maksimal 20 persen saham baru dengan target perolehan dana sebesar Rp1,08 triliun melalui secondary public offering (right issue). Rencananya BUMN farmasi ini akan menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 2.033.500.000 lembar saham dengan perkiraan harga Rp530 per lembar.
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djayanto, menuturkan agenda right issue Kimia Farma masuk dalam program privatisasi 2012.
Privatisasi Kimia Farma disebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permodalan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal. Privatisasi juga diharapkan dapat mendorong kinerja perseroan pada 2015 di mana pertumbuhan penjualan diperkirakan 20,74 persen, dan total aset mencapai Rp4,9 triliun.
"Dengan komposisi kepemilikan publik setelah rights issue sebesar 29,97 persen akan diperoleh insentif pajak pada 2015 sebesar 3,2 persen," ujar Pandu di Jakarta, pekan ini.
Rencananya, menurut Pandu, dana perolehan rights issue akan dipergunakan untuk relokasi pabrik di Bandung sebesar Rp250 miliar, renovasi pabrik Jakarta Rp250 miliar, joint venture dengan Tian Jin produk steril Rp90 miliar, pembangunan RS Liver Center Rp60 miliar, pembangunan pabrik herbal Rp50 miliar, pembangunan gudang KFTD Rp50 miliar, penambahan modal KF Apotek Rp100 miliar, penambahan modal kerja Rp77 miliar, serta penambahan modal Indofarma Rp150 miliar.
Sepanjang tahun ini, Kimia Farma optimistis memperoleh laba bersih sebesar Rp41 miliar yang diperoleh penjualan sebesar Rp2,147 triliun.
Sementara itu, total aktiva diperkirakan akan mencapai Rp951 miliar dan kewajiban perseroan Rp 662 miliar, serta total ekuitas sebesar Rp289 miliar.
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana melepaskan maksimal 20 persen saham baru dengan target perolehan dana sebesar Rp1,08 triliun melalui secondary public offering (right issue). Rencananya BUMN farmasi ini akan menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 2.033.500.000 lembar saham dengan perkiraan harga Rp530 per lembar.
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djayanto, menuturkan agenda right issue Kimia Farma masuk dalam program privatisasi 2012.
Privatisasi Kimia Farma disebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permodalan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal. Privatisasi juga diharapkan dapat mendorong kinerja perseroan pada 2015 di mana pertumbuhan penjualan diperkirakan 20,74 persen, dan total aset mencapai Rp4,9 triliun.
"Dengan komposisi kepemilikan publik setelah rights issue sebesar 29,97 persen akan diperoleh insentif pajak pada 2015 sebesar 3,2 persen," ujar Pandu di Jakarta, pekan ini.
Rencananya, menurut Pandu, dana perolehan rights issue akan dipergunakan untuk relokasi pabrik di Bandung sebesar Rp250 miliar, renovasi pabrik Jakarta Rp250 miliar, joint venture dengan Tian Jin produk steril Rp90 miliar, pembangunan RS Liver Center Rp60 miliar, pembangunan pabrik herbal Rp50 miliar, pembangunan gudang KFTD Rp50 miliar, penambahan modal KF Apotek Rp100 miliar, penambahan modal kerja Rp77 miliar, serta penambahan modal Indofarma Rp150 miliar.
Sepanjang tahun ini, Kimia Farma optimistis memperoleh laba bersih sebesar Rp41 miliar yang diperoleh penjualan sebesar Rp2,147 triliun.
Sementara itu, total aktiva diperkirakan akan mencapai Rp951 miliar dan kewajiban perseroan Rp 662 miliar, serta total ekuitas sebesar Rp289 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




