Genjot Produksi, Neraca Perdagangan Durian Surplus 733 Ton

Genjot Produksi, Neraca Perdagangan Durian Surplus 733 Ton
Durian. ( Foto: Antara )
Heriyanto / HS Senin, 26 November 2018 | 14:31 WIB

Jakarta - Pemerintah terus mendorong produksi berbagai komoditas yang bernilai ekonomi tinggi agar berkontribusi pada devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional. Durian merupakan salah satu komoditas dengan neraca perdagangan selama Januari-September 2018 surplus 733 ton.

"Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2017 neraca perdagangan durian defisit 524 ton. Ekspornya hanya 240 ton sementara impor lebih besar mencapai 764 ton. Tapi, ekspor durian Januari-September 2018 melonjak 1.084 ton, impor hanya 351 ton. Artinya surplus 733 ton," demikian dikatakan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kemtan) Suwandi di Jakarta, Senin (26/11).

Dia menjelaskan, peningkatkan ekspor pada 2018 tersebut karena kerja keras dan dukungan daya saing. Selain itu, komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan ekspor dan mendorong investasi. Diantaranya dengan merubah sistem dan regulasi untuk mempercepat pengurusan izin investasi dan ekspor.

"Untuk mempermudah izin ekspor, telah diterapkan sistem OSS (online single submission). Regulasi direvisi, diantaranya Permentan 29 tahun 2018. Semula izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear and clean," jelas Suwandi.

Untuk itu, dalam keterangan tertulisnya, Kemtan terus melakukan penanganan dari hulu, budidaya hingga hilir agar menghasilkan durian berkualitas dan bersaing.

Suwandi juga menjelaskan pada 2017 tercatat 8,2 juta pohon durian dengan produksi 795 ribu ton. Dalam meningkatkan produksi durian, Kemtan menggelontorkan bantuan benih dan membangun kawasan durian. Pada 2017, jumlah bantuan bibit mencapai 112.000 batang dan tahun 2018 sebanyak 211.000 batang, kemudian membangun 5,000 hektare kawasan durian pada 2018 serta penanganan hulu-hilir hingga promosi dan kontes durian.

Secara terpisah, Komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) mengajak warga menanam dan merawat pohon dalam upaya menghijaukan kembali Kota Bogor, Jawa Barat. Adapun prioritas yang ditanam adalah pohon rambutan, nangka, durian, sawo, dan sukun.

"Kami sudah menanam 198 pohon, tidak hanya menanam, tapi juga merawat sehingga pohon yang ditanam memberikan kemanfaatan bagi masyarakat," kata Ketua Panitia GTP Tato Marsito di sela kegiatan GTP di Puslitbang Pertanian, Kota Bogor, Minggu (25/11).

Tato mengatakan komunitas GTP akan terus melakukan kegiatan penanaman pohon walau jumlahnya hanya berkisar lima sampai 10 pohon setiap minggu.



Sumber: Suara Pembaruan