ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diterbitkan, Rekomendasi 19 Importir Bawang Putih 245 Ribu Ton

Sabtu, 4 Mei 2019 | 07:28 WIB
H
B
Penulis: Heriyanto | Editor: B1

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki bulan suci Ramadan 1440 H, Kementerian Pertanian (Kemtan) telah menerbitkan rekomendasi impor bawang putih bagi 19 importir swasta karena telah melaksanakan kewajiban tanam dengan baik. Total volume pengajuan impor mencapai 245 ribu ton yang diharapkan bisa terealisasi dalam waktu dekat.

"Targetnya untuk mengamankan pasokan dan menstabilkan harga bawang putih nasional terutama saat puasa dan Lebaran tahun ini," kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kemtan, Yasid Taufik, Jumat (3/5).

Dia menjelaskan rekomendasi impor tersebut dikeluarkan bagi pelaku usaha yang melaksanakan kewajiban tanam sesuai aturan. Terakhir diterbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bagi 11 importir dengan pengajuan 125 ribu ton.
"Jadi total sampai saat ini ada 19 importir atau setara volume 245 ribu ton. Yang sudah terbit persetujuan impornya dari Kementerian Perdagangan sebanyak 115 ribu ton, selebihnya menyusul," terang Yasid dalam keterangan tertulisnya.

Yasid menambahkan dalam waktu dekat pasokan bawang putih nasional akan segera digelontor setidaknya 60 ribu ton dari Tiongkok. Saat ini sudah mulai masuk melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok Jakarta. Jumlah ini merupakan rangkaian realisasi pemasukan 115 ribu ton bawang putih sesuai persetujuan impor dari Kemdag.

ADVERTISEMENT

"Begitu masuk, langsung digelontor ke pasar induk dan retail nasional secepatnya agar harga bisa ditekan. Supaya pemasukan bawang putih bisa lebih cepat, proses administrasi di pelabuhan bongkar menyangkut cukai dan karantina juga akan didorong berlangsung cepat," tambahnya.

Yasid mengatakan impor bawang putih masih akan berlangsung hingga 2021 sembari memacu produksi bawang putih lokal melalui program APBN dan wajib tanam importir. Targetnya, ketergantungan terhadap impor bisa diputus pada tahun 2021 nanti.

Seiring proses menuju swasembada, sambung Yasid, Kemtan mulai menyaring dan memilah importir mana yang konsisten menjalankan wajib tanam. Kemudian menyaring mana yang hanya sekadar menggugurkan kewajiban tanamnya.

Data Kemtan menyebutkan luas tanam bawang putih tahun 2018 mencapai 8 ribu hektare (ha) lebih, naik sekitar 400 persen dari luas tanam sebelumnya sekitar 2 ribuan hektare setahun. Sampai tahun 2020 ditargetkan mencapai 20 ribu hingga 60 ribu hektare. Puncaknya tahun 2021, direncanakan penanaman seluas lebih dari 80 ribu hektare untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Impor Maret 2026 Turun 8,08 Persen Akibat Lebaran dan Geopolitik

Impor Maret 2026 Turun 8,08 Persen Akibat Lebaran dan Geopolitik

EKONOMI
Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha Ritel Minta Impor Dipermudah

EKONOMI
Cadangan Devisa Turun, BI Pastikan Posisi Tetap Aman

Cadangan Devisa Turun, BI Pastikan Posisi Tetap Aman

EKONOMI
Rachmat Gobel Kritik Rencana Impor Truk Pikap untuk Kopdes

Rachmat Gobel Kritik Rencana Impor Truk Pikap untuk Kopdes

EKONOMI
Sempat Minus, Mendag Sebut Ekspor Aceh-Sumatera Sudah Tumbuh

Sempat Minus, Mendag Sebut Ekspor Aceh-Sumatera Sudah Tumbuh

EKONOMI
3 Komoditas yang Rajai Impor RI pada 2025

3 Komoditas yang Rajai Impor RI pada 2025

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon