ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tren Industri Co-Living Dinilai Potensial

Kamis, 21 November 2019 | 08:23 WIB
IM
FH
Penulis: Imam Muzakir | Editor: FER
CEO Kamar Keluarga Charles Kwok (kanan) dan COO Kamar Keluarga Ferry Lukas (kiri) sedang menujukkan cara pemesanan kamar melalui website kamarkeluarga.id saat berada di salah satu unit Kamar Keluarga yang ada di daerah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
CEO Kamar Keluarga Charles Kwok (kanan) dan COO Kamar Keluarga Ferry Lukas (kiri) sedang menujukkan cara pemesanan kamar melalui website kamarkeluarga.id saat berada di salah satu unit Kamar Keluarga yang ada di daerah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Tren industri co-living memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan, khususnya residensial dengan harga di bawah Rp 800 juta, dan memiliki pendapatan berulang atau tetap seperti passive income setiap bulannya.

Hunian Co-Living Diminati Masyarakat Urban

Analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, mengungkapkan, tren tersebut bagus karena backlog atau defisit ketersediaan akan tempat tinggal/rumah mencapai 300.000 hingga 400.000 unit per tahun. Sehingga, kebutuhan masyarakat akan hunian seperti hotel maupun properti berkonsep co-living masih sangat besar.

"Perusahaan properti yang memiliki prospek bagus antara lain properti di sektor industri, berkaitan dengan emiten properti yang mendapatkan pendapatan berulang seperti hotel, mal dan konsep co-living karena lebih stabil dibanding yang hanya khusus jual putus," kata Edwin melalui siaran persnya, Kamis (21/11/2019).

ADVERTISEMENT

Edwin menambahkan apabila dilihat secara rata-rata year to date kinerja emiten properti terbilang masih lumayan bagus. Namun, hal itu juga harus didasari oleh kinerja fundamental perusahaan tersebut. Apabila ada perusahaan properti berencana melakukan IPO, saat ini dinilai sebagai waktu yang tepat. Selain tren suku bunga pinjaman terus menurun, loan to value (LTV) diperlonggar dan asing makin mudah memiliki aset properti di Indonesia.

"Sektor properti kedepannya diperkirakan akan bergairah. Kalau mau IPO saat ini, sangat tepat karena kondisi ekonomi sedang stabil," jelas Edwin.

Paramount Land Optimistis Pasar Properti Pulih

Salah satu konsep hunian dengan fasilitas komprehensif, harga terjangkau, dan lokasi strategis, seperti co-living yang banyak diminati masyarakat urban mulai banyak pengembang atau pengelola yang melirik. Salah satunya, pemain bisnis co-living yang sudah lama berkecimpung yakni PT Hoppor International atau lebih dikenal Kamar Keluarga.

CEO Kamar Keluarga, Charles Kwok, menjelaskan, ada lima pilar bisnis yang dikembangkan oleh Kamar Keluarga (KK). Pertama, pilar KK BOT (build operate transfer), dimana pihaknya membantu pemilik tanah membangun properti dan nantinya menggunakan sistem bagi hasil. Pilar kedua yaitu KK Aset yang dapat membantu para mitra untuk mencari, membangun dan mengelola properti hingga menghasilkan Return of Investment (RoI) memuaskan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor properti di Indonesia.

Lalu yang ketiga, KK Operator dengan mengelola secara penuh seluruh lahan yang dijadikan kos maupun bisnis lainnya. Pilar keempat yaitu KK Development dimana perusahaan bertindak sebagai ahli membangun rumah minimalis, efektif dan efisien sehingga harga terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini yang mampu mendorong generasi milenial memiliki properti milik sendiri.

Kamar Keluarga Tawarkan Peluang Passive Income

Terakhir, pilar kelima adalah KK Vertikal. Memanfaatkan ruang yang ada untuk dijadikan bisnis baru, seperti binatu, warung, atau tempat makan. "Konsep yang kami tawarkan ini tentu saja membuat mitra-mitra kami dapat memilih sesuai kebutuhannya. Dan itu yang membuat kami berkembang dengan cepat karena semua pihak mendapatkan profitnya," ujar Charles.

Konsep co-living yang telah dijalankan oleh Kamar Keluarga ini memiliki ekosistem terpadu dengan jaringan yang luas, layanan lengkap, dan harga yang terjangkau. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, Kamar Keluarga telah memiliki 2.041 kamar yang tersebar di 75 lokasi strategis dan dekat dengan sarana TOD.

"Potensi industri ini sangat besar dan hal ini membuat kami berkembang dengan pesat serta membuat seluruh mitra kami menikmati manfaat dari passive income yang ada," tutup Charles.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon