ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

12 BUMN Bakal IPO, Rapsel Ali Dukung Langkah Erick Thohir

Minggu, 7 Februari 2021 | 19:45 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Anggota Komisi VI DPR, Muhammad Rapsel Ali.
Anggota Komisi VI DPR, Muhammad Rapsel Ali. (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR, Muhammad Rapsel Ali, menyambut positif rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendivestasikan kepemilikan perusahaan pelat merah, anak, dan cucunya di pasar modal.

Politisi Partai Nasdem itu mengatakan, dengan perusahaan BUMN melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO), mereka tentu akan menjadi perusahaan yang lebih profesional. Rapsel juga meyakini, tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuat struktur keuangan BUMN lebih baik.

"Kredibilitas perusahaan BUMN yang dilepas tersebut akan meningkat dan pastinya bisa lebih profesional, karena dengan berada di bursa itu pasti akan lebih profesional. Ini juga akan menjaga transparansi dan good governance," kata Rapsel di Jakarta, Minggu (7/2/2021).

Ada delapan hingga 12 perusahaan BUMN yang diklaim siap menawarkan saham perdana ke publik hingga 2023 mendatang. Menurut Rapel, langkah ini tentu akan membuka ruang baru dalam berinvestasi. Dengan begitu, semakin banyak pilihan bagi investor indonesia untuk membeli saham.

ADVERTISEMENT

Selain itu, rencana IPO yang dilakukan dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun ke depan ini akan menarik minat investor asing untuk semakin melirik bursa saham Indonesia. "Selain investor lokal, investor asing pun bakal berburu saham-saham BUMN ini," ujarnya.

Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan bahwa perusahaan yang akan go public ini adalah perusahaan-perusahaan sehat serta menjanjikan dari segi bisnis. Termasuk beberapa yang memiliki strategi jangka panjang dalam pengembangan EV battery serta teknologi digital.

Dengan pengawasan perusahaan akan jauh lebih baik, Rapsel optimis BUMN ini akan semakin berkembang. Apalagi, pada saat bersamaan, sebagai perusahaan publik yang dipagari UU Pasar Modal serta aturan lainnya, mereka akan jauh dari intervensi politik.

"Jadi ini langkah yang sangat bagus yang harus didukung bersama. BUMN akan lebih profesional dan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan semakin menarik karena pasti akan ada beberapa pemain baru," kata anggota DPR dari daerah pemilih Sulsel 1 tersebut.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

EKONOMI
Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

NASIONAL
Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

EKONOMI
Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

EKONOMI
Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

NASIONAL
Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon