Permintaan Menguat, Harga Hunian di Australia Melonjak 17%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Permintaan Menguat, Harga Hunian di Australia Melonjak 17%

Senin, 26 April 2021 | 13:27 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom dari ANZ, salah satu bank terbesar di Australia memperkirakan terjadinya lonjakan harga di pasar real estate untuk tahun 2021. ANZ memperkirakan harga hunian akan tumbuh rata-rata sebesar 17% secara nasional pada akhir tahun akibat dari rendahnya suku bunga perbankan dan menguatnya permintaan.

Menurut ekonom Felicity Emmet dan Adelaide Timbrell dalam catatan penelitiannya menjelaskan, kombinasi dari permintaan yang kuat dan pasokan yang rendah mendorong harga naik dengan tajam. Pembiayaan perumahan juga telah meningkat 76% sejak titik terendah di bulan Mei. Investor telah kembali ke pasar, Auction Clearance Rates mendekati 80%, dan rumah tinggal diperkirakan mengalami kenaikan harga yang signifikan.

"Kota termahal di Australia, Sydney, siap untuk tumbuh sebesar 19%, sebuah langkah yang akan mendorong harga hunian rata-rata menjadi $1,3 juta,” kata Emmett dan Timbrell, dalam keterangan pers, Senin (26/4).

ANZ melihat harga hunian melonjak hampir dua digit di setiap pasar secara bersamaan. Perth, yang selalu lesu selama bertahun-tahun, diperkirakan akan menyamai pertumbuhan Sydney sebesar 19% pada tahun 2021. Ini akan diikuti oleh Hobart dengan kenaikan harga hingga 18%.

Melbourne, Brisbane, Canberra dan Darwin semuanya diperkirakan tumbuh 16%, sementara Adelaide diperkirakan akan menempati peringkat kota paling rendah dengan 13%. Lonjakan harga seperti ini terakhir kali terjadi pada akhir tahun 1980-an, tepat sebelum Australia memasuki resesi besar terakhirnya.

Sementara menurut penelitian yang menggunakan analisis serupa dengan pemodelan skenario Reserve Bank of Australia, harga rumah akan naik 25% antara saat ini hingga akhir 2023.

Menyikapi kondisi ini, Sales and Manager Director Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo, mengungkapkan kepercayaan pasar menguat pascapandemi Covid-19 selama tahun 2020 yang melanda Australia dan dunia.

"Keyakinan pasar kembali menguat setelah melihat keberhasilan Australia dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang menjadikan Australia menjadi salah satu negara terbaik dalam menangani pandemi ini," kata Tyas.

Ditambah lagi, kata Tyas, dengan beberapa kebijakan dari pemerintah Australia salah satunya melalui RBA yang kembali memotong tingkat suku bunga perbankan sehingga menciptakan rekor suku bunga terendah dalam sejarah guna mendorong proses perbaikan ekonomi Australia.

"Sehingga banyak yang percaya bahwa proses perbaikan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan awal. Dua hal itulah yang awalnya mendorong tingkat keyakinan di pasar sehingga banyak dari para investor yang telah kembali," ujar wanita yang lahir di London dan mendapatkan gelar sarjananya dari University of Sydney.

Menurut Tyas, tingkat permintaan properti di Australia kembali tinggi pascapandemi setelah melandai selama tahun 2020. Begitu juga dengan pasar propertinya yang sangat diminati oleh investor di Kawasan Asia Pasifik.

"Perlu dipahami bahwa Australia merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat serta stabilitas politik yang cukup stabil di dunia,” tegasnya.

Reserve Bank of Australia memproyeksikan pertumbuhan PDB sekitar 5% selama tahun 2021. Sementara, Deloitte Access Economics memproyeksikan pertumbuhan PDB tahun 2021 sebesar 4,4% berdasarkan asumsi bahwa pembatasan domestik secara bertahap berkurang saat vaksin diluncurkan, dan perbatasan internasional dibuka kembali secara bertahap.

“Saya kira wajar apabila proses perbaikan ekonomi diyakini bisa lebih cepat dari perkiraan, ini adalah waktu yang tepat bagi para investor luar negeri termasuk dari Indonesia untuk kembali masuk. Mengingat fenomena krisis tidak selalu membawa keburukan, namun juga peluang untuk bergerak lebih maju dan bertumbuh lebih tinggi,” tutup Tyas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Cegah Banjir Cijambe, PMO Jabodetabek-Punjur Siapkan Solusi

Sungai Cijambe, merupakan bagian dari permasalahan banjir dan sampah yang mendapatkan perhatian secara khusus dari PMO Jabodetabek-punjur.

EKONOMI | 22 September 2021


Krisis Evergrande Bisa Gerus 0,01% dari PDB Tiongkok

Krisis utang China Evergrande Group diperkirakan memperlambat pertumbuhan ekonomi Tiongkok, tetapi memiliki dampak minimal di sistem keuangan.

EKONOMI | 22 September 2021

Wapres Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Keuangan Syariah

Sektor industri produk halal dan keuangan syariah terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

EKONOMI | 22 September 2021

Waskita Beton Precast Garap Proyek Interchange Dukuh Atas

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menggarap proyek Sudirman Station-Dukuh Atas Interchange dengan nilai kontrak Rp 163,61 miliar.

EKONOMI | 22 September 2021

Akumindo: Holding Ultra Mikro Bukti Keberpihakan Pemerintah pada UMKM

Kehadiran Holding Ultra Mikro (Umi) yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil.

EKONOMI | 22 September 2021

IHSG Positif, Ini 5 Saham Top Gainers di Sesi I

PT Wilton Makmur Tbk (SQMI) paling cuan pascaharganya melesat 30,83%, disusul BIMA menguat 21,69%, ARKA meningkat 19,80%, BBHI naik 9,14% dan BOSS naik 8,43%.

EKONOMI | 22 September 2021

Waskita Karya Kantongi Restu Right Issue 24,56 Miliar Saham

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengantongi restu dari para pemegang saham untuk menambah modal melalui right issue.

EKONOMI | 22 September 2021

Rebound, IHSG Menguat ke 6.106

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,75% ke 6.106,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (22/9/2021).

EKONOMI | 22 September 2021

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 3,5%

Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 sebesar 3,5% year on year (yoy).

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Cegah Banjir Cijambe, PMO Jabodetabek-Punjur Siapkan Solusi

Cegah Banjir Cijambe, PMO Jabodetabek-Punjur Siapkan Solusi

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings