ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Erick Sebut Ada 15 BUMN Mau IPO, Ini Perinciannya

Kamis, 15 Juli 2021 | 21:04 WIB
TP
WP
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: WBP
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dalam forum Investor Daily Summit 2021, Kamis, 15 Juli 2021.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dalam forum Investor Daily Summit 2021, Kamis, 15 Juli 2021. (BeritaSatu)

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempersiapkan 10 hingga 15 perusahaan pelat merah dan anak perusahaannya untuk bisa melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). IPO dilakukan untuk membuka nilai (unlock value) semua perusahaan BUMN.

"Kita mau unlock value semua perusahaan BUMN," kata Menteri BUMN, Erick Thohir dalam Investor Daily Summit 2021, Kamis (15/7/2021).

Secara terinci ada beberapa perusahaan pelat merah dan anak usahanya yang akan melakukan IPO. Pertama, Pertamina didorong memiliki nilai pasar atau market value mencapai US$ 100 miliar dengan melakukan IPO subholding grup perusahaan tersebut.  "Kita ingin jadikan Pertamina hundred billion company dengan meng-go public-kan sub-sub holdingnya," tuturnya.

Menurutnya, sejumlah perusahaan yang akan IPO yakni PT Pertamina Integrated Marine Logistics, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina Hulu dan PT Pertamina Hilir. "Insyaallah mereka akan go public beberapa tahun ke depan, insyaallah tahun ini juga ada yang go public," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Erick juga ingin holding rumah sakit yakni Indonesia Healthcare Corporation (IHC) melakukan IPO. Pasalnya saat ini IHC mempunyai hampir 70 lebih rumah sakit dan akan membangun RS di Bali. "Sebelum digabungkan, rumah sakit BUMN tidak memiliki nilai. Namun setelah diperbaiki keahliannya dan membantu penanganan Covid-19, nilai valuasi yang tadinya 0 secara bisnis, sekarang mencapai US$ 1,5 miliar," ungkapnya.

BUMN lain yang ditargetkan IPO adalah anak usaha Telkom yakni PT Mitratel dan PT Telkom Data Center. IPO anak usaha ini dilakukan untuk menggenjot valuasi Telkom. Ia menjelaskan Telkom hari ini memiliki valuasi Rp 310 triliun, dan ditargetkan akan naik menjadi Rp 400 triliun.

"Belum lagi ketika nanti anak-anak usaha Telkom go public. Valuasi Telkom yang hari ini Rp 310 triliun, saya targetkan valuasinya harus naik. Kalau dulu kejayaan Telkom Rp 400 triliun, sekarang harus lebih besar dari Rp 400 triliun," kata Erick.

Untuk Linkaja, Erick Thohir apresiasi kepada Grab dan Gojek yang berinvestasi pada layanan dompet digital pelat merah itu dan akan bersama-sama akan membangun sistem pembayaran di wilayah desa.

Terakhir, perusahaan BUMN yang ditargetkan IPO yakni PT Pupuk Indonesia. Pasalnya dia ingin membuat transparansi di Pupuk Kaltim. "Kita juga ingin buat transparansi pupuk selama ini diributkan, sekarang kita buka, bahwa pupuk BUMN harus bisa juga di market nonsubsidi. Kita buka transparansi pupuk, kita pastikan petani sehat, BUMN sehat. Pupuk Kaltim juga kita rencanakan go public," tuturnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

EKONOMI
Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

NASIONAL
Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

EKONOMI
Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

EKONOMI
Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

NASIONAL
Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon