ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Purnomo Yusgiantoro: Butuh Kerja Keras Capai Target NDC 2030

Sabtu, 11 September 2021 | 17:08 WIB
NL
FH
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: FER
Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu II, periode 2009-2014  sekaligus pendiri organisasi nirlaba Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Purnomo Yusgiantoro berulang tahun ke-70, pada Rabu, 16 Juni 2021.
Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu II, periode 2009-2014 sekaligus pendiri organisasi nirlaba Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Purnomo Yusgiantoro berulang tahun ke-70, pada Rabu, 16 Juni 2021. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2000-2009, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan dibutuhkan kerja keras semua pihak dalam pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, pada tahun 2030 mendatang.

"Yang menarik bahwa capaian NDC Indonesia untuk tahun 2030 memang dipertanyakan. Is it possible untuk kita capai? Saya kira ini membutuhkan kerja keras kita semua," kata Purnomo di acara "Dimensi dan Indikator menuju Transisi Energi Indonesia untuk Net Zero Emission 2060" yang diselenggarakan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) secara daring, Sabtu (11/9/2021).

NDC merupakan janji negara-negara yang meratifikasi Perjanjian Paris atau Paris Agreement, termasuk Indonesia, untuk memitigasi perubahan iklim secara masif dan berkelanjutan.

Indonesia telah menyampaikan kepada Sekretariat UNFCCC target NDC menjelang penyelenggaraan COP-22 Marrakech, Maroko, pada 2016 sebagai elaborasi dari NDC sekaligus menggantikan INDC yang disampaikan kepada Sekretariat UNFCCC sebelum COP-21 Paris.

ADVERTISEMENT

Pendiri PYC ini menambahkan, setelah tahun 2030 masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya terkait peta jalan atau roadmap setelah capaian komitmen kontribusi penurunan emisi pada tahun 2030.

"Setelah tahun 2030, juga ada pekerjaan rumah bagaimana targetnya dan bagaimana nanti roadmap-nya itu ke depan setelah 2030. Kita masih berjuang untuk 2030. Tapi tidak ada salahnya, jika tahun 2030 kedepan nanti perlu dikembangkan roadmap-nya," jelas Purnomo.

Selain itu, lanjut Purnomo, rencana umum energi nasional (RUEN) perlu direvisi karena saat ini posisi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia baru 11%, padahal target pemerintah adalah 23%.

"Capaian ini perlu dievauasi, apakah akan sejalan dengan capaian NDC, yang kita sudah komit di Paris Agreement," tandasnya.

Seperti diketahui, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% melalui kerja sama internasional pada tahun 2030.

Sektor energi dengan target sebesar 11% merupakan sektor utama yang memegang peran penting dalam pencapaian NDC Indonesia, setelah sektor kehutanan, yaitu sebesar 17%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IKAL Lemhannas Dorong Ketahanan Nasional Terukur di Daerah

IKAL Lemhannas Dorong Ketahanan Nasional Terukur di Daerah

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon