Jokowi Resmikan Bendungan Randugunting di Blora
Rabu, 5 Januari 2022 | 09:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan pengoperasian Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu (5/1/2021).
Presiden Jokowi bersama rombongan terbatas akan menempuh perjalanan menuju Kabupaten Blora menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU untuk meresmikan Bendungan Randugunting, dalam rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Jawa Tengah.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, bendungan berkapasitas tampung 14,43 meter kubik ini akan diresmikan, pada awal Januari 2022. "Bendungan ini bisa selesai lebih cepat 10 bulan dari kontrak yang jatuh pada tahun 2022. Secara keseluruhan, bendungan sudah selesai, tinggal perapihan gedung dan lanskap saja. Mudah-mudahan bisa diresmikan Bapak Presiden pada awal Januari 2022 ini," kata Basuki.
Baca Juga: Kunjungi Jateng, Presiden Serahkan Bantuan PKL dan Resmikan Bendungan
Bendungan yang dibangun menggunakan APBN tahun 2018-2022, dengan nilai kontrak mencapai Rp 880 miliar nantinya akan menjadi bendungan ke-14 yang akan diresmikan Presiden Jokowi dari 15 bendungan yang selesai pada 2021. Selain itu, dari tahun 2015 hingga 2020 sebanyak 14 bendungan juga telah selesai dan dioperasikan.
Bendungan Randugunting sudah sejak tahun 1990-an direncanakan pembangunannya untuk menambah suplai air bagi daerah kering di Kabupaten Blora dan Rembang. Pembangunan bendungan mulai dikerjakan pada 2018 dan selesai di awal 2022 tanpa kendala teknis untuk konstruksi dan sosial dalam pembebasan lahan. "Kita tahu bahwa Blora dan Rembang ini termasuk rawan atau langka air. Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter per detik dan irigasi 670 hektare, selain dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Segera Meresmikan Bendungan Randugunting di Blora
Selain penyediaan air baku dan irigasi, bendungan dengan luas genangan sebesar 187,19 hektare ini juga akan berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 75% atau 81 meter kubik per detik dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare.
Bendungan Randugunting juga memiliki potensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan sistem solar panel. "Bendungan ini memiliki potensi untuk solar energi. Jadi kita akan coba memasang floating solar panel di bendungan. Saat ini kita punya 231 bendungan, jika ditambah 61 bendungan yang akan selesai 2024, kita akan punya 292 bendungan. Jika semua kita pasang floating solar panel, energi terbarukan akan bisa berkembang dari keberadaan bendungan," kata Basuki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




