Konsolidasi Menara, Entitas Grup Djarum Rogoh Rp 110 Miliar
Rabu, 12 Januari 2022 | 13:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melakukan konsolidasi menara telekomunikasi kepada anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Entitas Grup Djarum tersebut memberikan deposit sebesar Rp 110 miliar untuk mengakuisisi menara anak usahanya, PT Komet Infra Nusantara (KIN).
Sekretaris PT Sarana Menara Nusantara Tbk Irfan Ghazali menjelaskan bahwa deposit yang diberikan Protelindo tersebut merupakan bagian dari rencana perseroan ke depan untuk mengkonsolidasikan menara telekomunikasi kepada Protelindo. Perseroan berharap, dengan konsolidasi menara tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal kepada Protelindo.
Baca Juga: Sarana Menara Nusantara Lanjutkan Rencana Akuisisi?
"Protelindo dan KIN telah menandatangani perjanjian pemberian deposit terkait rencana pembelian aset pada tanggal (7/1/2022) lalu," kata Irfan dalam keterbukaan informasi, Rabu (12/1/2022).
Dalam perjanjian tersebut, KIN bermaksud melakukan restrukturisasi dengan menjual menara dan Protelindo setuju untuk melakukan telaah atau uji tuntas terhadap menara atau aset milik KIN. Karena itu, Protelindo akan membayar sebesar Rp 110 miliar kepada IKN sebagai deposit.
Lebih jauh, Protelindo dan KIN juga akan mendiskusikan hasil telaah tersebut dan menetapkan jumlah menara atau aset yang akan dijadikan obyek transaksi sekaligus menetapkan perkiraan harga awal pembelian menara. "Atas setiap pembayaran oleh Protelindo terkait pembelian menara, maka KIN setuju untuk melakukan pengembalian deposit yang sudah dibayarkan sebelumnya sesuai dengan jangka waktu dan metode yang akan disetujui Bersama," urai Irfan.
Baca Juga: Anak Usaha Sarana Menara Tingkatkan Modal Rp 120 Miliar
Menurutnya, perjanjian itu berlaku terhitung sejak tanggal penandatanganan dan akan berakhir pada saat transaksi pembelian menara diselesaikan. Selain itu, perjanjian juga akan berakhir bila terjadi peristiwa penurunan nilai menara atau aset yang signifikan sehingga rencana transaksi pembelian aset menara dibatalkan tergantung mana yang akan lebih dulu terjadi.
Sebagai informasi, TOWR merupakan pemegang saham mayoritas Protelindo dengan kepemilikan penuh atas 99,9997% saham Protelindo. Sedangkan KIN merupakan anak perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki Protelindo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




