Bank Indonesia Masih Tahan BI Rate di 3,5%
Kamis, 17 Maret 2022 | 15:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan alias BI 7 days reverse repo rate di level 3,50% dalam Rapat Dewan Gubernur BI Maret 2021, meskipun Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve sudah menaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Rabu (16/3/2022).
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan keputusan mempertahankan suku bunga sejalan dengan perlunya bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi.
Selain itu, ini juga merupakan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%"kata Perry, Kamis (17/3/2022) dalam pembacaan hasil RDG BI Maret 2022.
Baca Juga: Pertama Sejak 2018, Akhirnya Fed Naikkan Suku Bunga Acuan
Ia mengatakan bahwa, perbaikan ekonomi dunia berlanjut namun berpotensi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, disertai ketidakpastian pasar keuangan yang meningkat, seiring dengan eskalasi ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi domestik masih kuat seiring dengan meredanya penyebaran Covid-19 varian Omicron di tengah meningkatnya risiko geopolitik Rusia-Ukraina.
"Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga dan investasi nonbangunan serta tetap positifnya pertumbuhan konsumsi Pemerintah"ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




