Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 9,38 Juta Orang
Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Minat investor bertransaksi di pasar modal Indonesia terus bertumbuh. Dari sisi demand, jumlah investor pasar modal yang tercatat pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sampai 8 Agustus 2022 mengalami peningkatan 1,88 juta investor atau 25,2% menjadi 9,38 juta orang untuk total investor saham, obligasi, dan reksa dana berdasarkan data Single Investor Identification (SID).
Baca Juga: BEI Resmi Luncurkan Waran Terstruktur di HUT Pasar Modal
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi P merinci, khusus untuk investor saham, terjadi peningkatan 18% menjadi 4,07 juta investor saham. Jika dilihat komposisi investor berdasarkan aktivitas transaksi, per Juli 2022, investor ritel membukukan aktivitas transaksi besar mencapai 46,8% dari total rata-rata nilai transaksi harian.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2022 ini, aktivitas investor ritel masih mendominasi nilai transaksi," ujarnya dalam Pembukaan Perdagangan dalam rangka 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia "Menuju Ekonomi Tangguh, Stabil, dan Berkelanjutan", di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/8/2022).
Sementara investor syariah mencapai 112.248 investor per akhir Juli 2022. Seluruh pencapaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh stakeholders pasar modal Indonesia.
Sejak awal tahun 2022, KSEI mencatatkan pertumbuhan jumlah investor di Indonesia. Berdasarkan jumlah SID, jumlah investor pasar modal naik 25% dari 7.489.337 investor pada tahun 2021 menjadi 9.376.678 pada 8 Agustus 2022.
Berdasarkan jumlah tersebut, investor saham berjumlah 4.072.609, reksa dana 8.700.670, dan investor Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 740.184. Dari sisi demografi per 8 Agustus 2022, investor individu di Indonesia didominasi 62,89% laki-laki, 59,16% berusia di bawah 30 tahun, 32,68% pegawai, 61,87% berpendidikan terakhir SMA dan 49,40% berpenghasilan Rp 10 juta hingga Rp 100 juta per tahun.
Baca Juga: HUT Pasar Modal, Ini Aspirasi Pelaku Pasar
Sementara sebaran investor domestik sambung Uriep sudah lebih merata. Per Juli 2022, investor di Pulau Jawa sebanyak 69,50% dengan nilai transaksi Rp 3.362,34 triliun, Sumatera 16,65% dengan nilai transaksi Rp 73,73 triliun, Kalimantan 5,43% dengan nilai transaksi Rp 49,62 triliun, Sulawesi 4,10% dengan nilai transaksi Rp 9,03 triliun, Bali, NTT, NTB 3,33% dengan nilai transaksi Rp 9,41 triliun, serta Maluku dan Papua 0,99% dengan nilai transaksi 3,25 triliun. "Kalau 3-5 tahun sebelumnya investor banyak konsentrasi di Jawa, sekarang sudah mulai merata," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




