ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tony Blair Sebut Indonesia Bisa Salip Inggris Jadi 4 Besar Ekonomi Dunia

Selasa, 18 Oktober 2022 | 06:34 WIB
M
FB
Penulis: Muawwan | Editor: FMB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Tohir menerima kunjungan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Maret 2022.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Tohir menerima kunjungan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Maret 2022. (Biro Pers Istana)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, mengatakan Indonesia berpotensi menjadi negara dengan ekonomi keempat terbesar di dunia bila mampu konsisten menjalankan program reformasi tata kelolanya.

Menurut Blair, reformasi tata kelola yang berkelanjutan merupakan hal yang tidak mudah. Tetapi, jika reformasi itu berhasil dilakukan, maka akan sangat membantu dan memacu Indonesia untuk berbuat lebih.

"Jadi, reformasi harus terus dipertahankan karena waktu yang nanti akan menunjukkan hasilnya," ucap Tony dalam sesi panel diskusi SEO Conference di Nusa Dua Bali, Senin (17/10/2022).

Ia menambahkan, perubahan sebuah negara membutuhkan kebijakan yang tepat dalam periode waktu yang cukup panjang. Negara, kata dia, tidak bisa berubah hanya dalam lima sampai 10 tahun, tetapi diperlukan waktu 10 sampai 15 tahun.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, perubahan yang mendasar, berkelanjutan, dan memiliki kemitraan yang strategis akan membuat Indonesia menjadi lebih tangguh. Kepemimpinan strategis yang diperlihatkan Indonesia selama beberapa tahun terakhir juga perlu terus dipertahankan dalam dekade berikutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon