B-20 Indonesia: Digitalisasi dan Kolaborasi Dorong Pertumbuhan UMKM
Kamis, 3 November 2022 | 07:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan roda penggerak perekonomian nasional, terutama di masa pemulihan pascapandemi. Saat ini, UMKM telah memberikan kontribusi sebesar 61% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan memiliki kemampuan untuk menyerap 97% dari total tenaga kerja.
Namun, tingginya jumlah dan potensi UMKM ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, salah satunya adalah akses pasar atau pemasaran.
Tantangan tersebut bisa diatasi melalui peningkatan inklusi ekonomi yang didukung oleh pemanfaatan digitalisasi. Tujuannya ialah menciptakan peluang baru dan mendorong pertumbuhan UMKM di tengah perkembangan zaman agar dapat terus memiliki daya saing.
Dalam side event B20 Indonesia "Digitalisasi UMKM: Tempatkan UMKM Indonesia di Rantai Pasok Global", Ketua Forum B-20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menyatakan bahwa peningkatan inklusi ekonomi merupakan salah satu rekomendasi strategis dari tiga isu prioritas yang akan disampaikan oleh forum B-20 kepada Presidensi G-20 pada November mendatang.
Rekomendasi strategis tersebut merupakan upaya nyata Indonesia untuk mendorong inklusi UMKM dalam ekonomi global untuk peningkatan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi.
"Penciptaan dukungan untuk ekonomi yang inklusif dan pemberdayaan UMKM serta kelompok ekonomi marginal merupakan breakthrough tersendiri dari B-20 Indonesia. Pemberdayaan UMKM belum pernah ditonjolkan karena situasi dan keterwakilan yang sangat terbatas terhadap kepentingan dan perspektif pelaku usaha dari negara berkembang dalam B20 sebelumnya," terang Shinta lewat keterangannya di Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




