Perang Dagang Memanas, Uni Eropa Balas Tarif Impor Trump
Rabu, 9 April 2025 | 17:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap puluhan negara resmi berlaku mulai Rabu (9/4/2025). Kebijakan ini mencakup tarif besar-besaran hingga 104 persen untuk barang-barang asal China, sementara Uni Eropa (UE) dikenakan tarif 20%.
Tak tinggal diam, Uni Eropa kini tengah menyiapkan langkah balasan, menandai eskalasi terbaru dalam perang dagang global.
Dilansir dari Reuters, Rabu (9/4/2025), negara-negara anggota Uni Eropa diperkirakan akan menyetujui langkah balasan pertama terhadap kebijakan tarif impor Trump. Uni Eropa bergabung dengan China dan Kanada yang telah lebih dahulu mengambil tindakan serupa.
Komisi Eropa, sebagai pengatur kebijakan perdagangan UE, mengusulkan pemberlakuan tarif tambahan sebesar 25% terhadap berbagai produk asal AS. Produk tersebut antara lain motor, unggas, buah-buahan, kayu, pakaian, hingga benang gigi. Berdasarkan dokumen yang dilihat Reuters, kebijakan ini akan diberlakukan secara bertahap pada 15 April, 16 Mei, dan 1 Desember 2025.
Bloomberg juga melaporkan, Uni Eropa telah membatalkan rencana pengenaan tarif balasan sebesar 50% terhadap wiski asal Amerika Serikat. Sebagai gantinya, UE mengusulkan tarif sebesar 25% terhadap sejumlah produk asal AS.
Menurut laporan Bloomberg, negara-negara anggota UE mendesak agar wiski dikeluarkan dari daftar tarif balasan demi melindungi produsen anggur dan sampanye Eropa dari ancaman tarif 200% dari Trump. Prancis dan Italia, dua eksportir anggur terbesar di Eropa, menjadi pihak yang paling vokal agar produk mereka tidak terdampak lebih jauh.
Negara-negara anggota UE menargetkan untuk menyetujui rencana tarif impor 25% untuk produk AS dalam pekan ini. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 15 April 2025, meskipun sebagian besar tarif baru akan diterapkan mulai pertengahan Mei. Sementara itu, tarif untuk kedelai dan kacang-kacangan dijadwalkan mulai diberlakukan pada 1 Desember 2025.
Perang dagang antara AS dan UE sendiri telah berlangsung sejak 2018 ketika Trump memberlakukan tarif impor tinggi terhadap baja dan aluminium. Sebagai respons, UE sempat mengenakan tarif 25% terhadap wiski Amerika. Tarif tersebut akhirnya ditangguhkan pada akhir 2021 melalui negosiasi pemerintahan Joe Biden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




