ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kronologi Perseteruan Trump vs Musk: Berawal dari Sindiran

Sabtu, 7 Juni 2025 | 10:27 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Elon Musk mengungkapkan kebahagiannya ketika Donald Trump menang Pilpres AS.
Elon Musk mengungkapkan kebahagiannya ketika Donald Trump menang Pilpres AS. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mengancam akan menghentikan kontrak pemerintah dengan perusahaan milik Elon Musk pada Jumat (6/6/2025) WIB. Hal ini menyusul memanasnya perseteruan terbuka antara keduanya di media sosial.

Dalam pidatonya dari Ruang Oval yang disiarkan secara nasional, Trump mengungkapkan kekecewaannya atas kritik Musk terhadap RUU anggaran besar yang diajukan Kongres. Kritik tersebut kemudian memicu saling sindir di media sosial, bahkan Musk menuduh dengan tanpa bukti, Trump tercantum dalam dokumen pemerintah terkait skandal seks Jeffrey Epstein.

Perseteruan ini tidak hanya berdampak politik, tetapi juga memengaruhi pasar saham, dengan saham Tesla anjlok. Musk bahkan mengancam akan mengakhiri dukungan SpaceX terhadap program antariksa penting milik pemerintah AS.

ADVERTISEMENT

Diyakini kronologi perseteruan Trump vs Musk berawal dari kritik yang bermula dari wawancara Musk dengan CBS News dan Washington Post. Ia menyebut RUU tersebut meningkatkan defisit dan merusak kerja tim Doge.

Musk kemudian menyindir RUU tersebut tidak bisa menjadi besar dan indah, yang menyentil julukan Trump terhadap undang-undang itu one big beautiful bill act.

Musk juga mempertanyakan transparansi proses legislasi, menyebut RUU disahkan tengah malam tanpa sempat dibaca anggota Kongres.

Menanggapi kritik Musk, Trump menyebut dirinya kecewa dan menyiratkan kemungkinan akan mencabut subsidi kendaraan listrik serta kontrak pemerintah dengan perusahaan Musk.

"Dia tahu dari awal bahwa saya akan mencabut mandat EV," kata Trump.

"Saya bantu banyak Elon. Namun saya sangat kecewa," lanjut Trump.

Trump juga membela RUU tersebut sebagai pemotongan biaya dan pajak terbesar dalam sejarah, sambil menyindir bahwa Biden seharusnya lebih dahulu mencabut kontrak Musk.

Tak tinggal diam, Musk terus melancarkan kritik di platform X miliknya. Ia menyebut RUU sebagai RUU Perbudakan Utang dan meluncurkan polling, apakah sudah saatnya membuat partai politik baru di AS yang mewakili 80 persen rakyat di tengah?".

Musk juga menanggapi langsung pernyataan Trump soal subsidi EV, menyebutnya tidak adil karena subsidi untuk industri minyak tidak pernah dibahas.

Puncaknya, Musk menuduh Trump tercantum dalam berkas rahasia Epstein, meski tanpa memberikan bukti. Klaim ini menimbulkan kontroversi besar, tetapi tidak didukung oleh dokumen resmi mana pun.

Dalam unggahan terakhirnya, Musk menyatakan bahwa SpaceX akan mulai menonaktifkan wahana antariksa Dragon, kendaraan penting dalam misi Stasiun Luar Angkasa Internasional milik AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mengenal Kevin Warsh, Ketua Baru The Fed Pilihan Donald Trump

Mengenal Kevin Warsh, Ketua Baru The Fed Pilihan Donald Trump

EKONOMI
Xi Jinping kepada Trump: Bisakah China-AS Hindari Jebakan Thucydides?

Xi Jinping kepada Trump: Bisakah China-AS Hindari Jebakan Thucydides?

INTERNASIONAL
Xi Jinping Tegur Trump Soal Ancaman Konflik karena Isu Taiwan

Xi Jinping Tegur Trump Soal Ancaman Konflik karena Isu Taiwan

INTERNASIONAL
Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

INTERNASIONAL
Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

INTERNASIONAL
Bertemu Trump, Xi Jinping: China-AS Harus Jadi Mitra Bukan Bersaing

Bertemu Trump, Xi Jinping: China-AS Harus Jadi Mitra Bukan Bersaing

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon