Iran Ultimatum AS, Campur Tangan ke Israel Akan Jadi Bencana
Sabtu, 21 Juni 2025 | 21:18 WIB
Istanbul, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) atas kemungkinan keterlibatan mereka dalam konflik bersenjata antara Israel dan Iran.
Araghchi menyebut, jika AS benar-benar terlibat, maka dampaknya akan sangat disesalkan dan amat berbahaya bagi semua pihak yang terkait.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi di Istanbul pada Sabtu (21/6/2025), sesaat sebelum Sidang ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dimulai.
“Diplomasi pernah membawa hasil pada masa lalu, dan masih bisa menjadi jalan keluar hari ini. Namun, agar diplomasi bekerja, agresi harus dihentikan lebih dahulu,” ujar Araghchi kepada media.
Ia menekankan kesiapan penuh Iran untuk kembali ke meja perundingan.
“Kami siap menyelesaikan konflik ini secara damai, seperti yang pernah dilakukan pada 2015,” ujarnya, merujuk pada kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani waktu itu.
Namun, Araghchi menuding Israel sebagai penghalang utama jalur diplomatik.
“Israel secara terang-terangan menolak diplomasi. Mereka adalah pihak yang mendorong konflik ini semakin membara,” tegasnya.
Pernyataan Araghchi muncul di tengah meningkatnya eskalasi militer antara kedua negara sejak serangan udara Israel pada Jumat (13/6/2025) lalu, yang menyasar beberapa lokasi strategis di Iran, termasuk fasilitas nuklir dan militer.
Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke berbagai titik di wilayah Israel.
Korban terus bertambah. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 430 warga tewas dan lebih dari 3.500 orang luka-luka akibat gempuran Israel. Sementara pihak Israel mencatat sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan balasan Iran.
Di tengah ketegangan ini, Araghchi menyerukan kepada dunia internasional agar menekan Israel untuk menghentikan agresi demi membuka kembali ruang bagi diplomasi dan penyelesaian damai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




