Eks Letkol AS Bocorkan Rahasia Militer Ukraina di Situs Kencan
Rabu, 16 Juli 2025 | 11:48 WIB
Washington, Beritasatu.com - Seorang pensiunan letnan kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) yang pernah bekerja untuk Angkatan Udara AS mengaku bersalah karena menyebarkan informasi rahasia terkait konflik Ukraina melalui situs web kencan asing.
David Slater (64 tahun), mengakui kesalahannya pada pekan lalu atas dakwaan konspirasi penyebaran informasi rahasia mengenai konflik Rusia-Ukraina di sebuah situs kencan luar negeri, menurut laporan Associated Press pada Selasa (15/7/2025). Sebagai bagian dari kesepakatan, dua dakwaan lainnya terhadap Slater dibatalkan.
"Saya berkonspirasi membagikan informasi pertahanan nasional kepada individu yang tidak berwenang," kata Slater dalam pengakuannya di pengadilan.
Slater merupakan pensiunan perwira Angkatan Darat AS yang memiliki akses ke informasi sensitif saat bekerja sebagai pegawai sipil di Komando Strategis AS di Pangkalan Angkatan Udara Offutt, Nebraska. Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional, John Eisenberg, menegaskan bahwa Slater memiliki akses ke sejumlah rahasia negara yang sangat dilindungi.
"Akses terhadap informasi rahasia membawa tanggung jawab besar. Slater melalaikan tanggung jawab itu dengan sengaja membagikan informasi pertahanan kepada orang asing secara daring. Mengingat pengalamannya, seharusnya ia bisa memahami motif tersembunyi dari pihak lain," ujar Jaksa Lesley Woods dari Nebraska.
Setelah pensiun dari militer pada 2020 dengan pangkat letnan kolonel, Slater melanjutkan pekerjaannya di lokasi rahasia di Offutt mulai Agustus 2021 hingga April 2022. Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa selama periode tersebut, ia turut menghadiri sejumlah pertemuan rahasia terkait konflik Rusia-Ukraina. Slater kemudian ditangkap pada Maret 2024.
Dalam perjanjian pembelaannya, Slater mengakui telah membagikan informasi rahasia kepada seorang wanita yang mengaku tinggal di Ukraina melalui fitur pesan pada situs kencan asing. Informasi tersebut menyangkut tujuan militer dan kemampuan pertahanan Rusia.
“Terdakwa mengetahui dan memiliki alasan kuat untuk mempercayai bahwa informasi itu dapat digunakan untuk merugikan Amerika Serikat atau menguntungkan negara lain,” demikian isi pernyataan dalam dokumen pengadilan.
Dalam dakwaan awal, wanita tersebut kerap meminta informasi rahasia dan pernah menyebut Slater sebagai "kekasih informan rahasiaku" .
"Dave, kuharap NATO punya 'kejutan' yang menyenangkan untuk Putin besok. Bisakah kau memberitahuku?" tanya wanita tersebut.
Identitas wanita yang terlibat tidak diungkapkan dalam dokumen pengadilan, dan belum jelas apakah ia memiliki kaitan dengan pemerintah Rusia atau Ukraina. Nama situs kencan asing tersebut juga tidak disebutkan.
Slater saat ini bebas dengan jaminan dan dijadwalkan menerima vonis pada 8 Oktober mendatang. Jaksa dan pengacaranya telah menyepakati hukuman penjara antara 5 tahun 10 bulan hingga 7 tahun 3 bulan, dengan rekomendasi dari pemerintah untuk hukuman minimum. Meski demikian, dakwaan terhadap Slater memiliki ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Hakim Federal Brian Buescher akan memutuskan apakah akan menerima kesepakatan pembelaan tersebut dan menetapkan hukuman akhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




