ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Imigrasi Ketat, Trump Bakal Terapkan Biaya Selangit untuk Visa H-1B

Sabtu, 20 September 2025 | 09:38 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Donald Trump berpidato dalam sebuah acara tentang pemindahan markas Komando Luar Angkasa AS dari Colorado ke Alabama di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa, 2 September 2025, di Washington.
Presiden Donald Trump berpidato dalam sebuah acara tentang pemindahan markas Komando Luar Angkasa AS dari Colorado ke Alabama di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa, 2 September 2025, di Washington. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com –  Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memperkenalkan biaya aplikasi baru sebesar US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,66 miliar (kurs Rp 16.647) untuk visa kerja H-1B sebagai bagian dari kebijakan imigrasi ketat, menurut laporan Bloomberg News, Jumat (19/9/2025).

Bloomberg mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang mengetahui kebijakan tersebut. Reuters belum dapat segera memverifikasi laporan ini.

Trump diperkirakan akan menandatangani proklamasi ini paling cepat Sabtu (20/9/2025), yang membatasi masuknya pemohon program H-1B kecuali biaya pendaftaran dibayarkan. Selain itu, ia juga berencana merevisi tingkat upah yang berlaku bagi pemegang visa H-1B untuk semakin membatasi penggunaannya.

ADVERTISEMENT

Program H-1B banyak digunakan oleh perusahaan teknologi global untuk mengisi posisi teknis khusus. Data Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS mencatat, pada 2025, perusahaan berbasis teknologi Amazon menyetujui lebih dari 10.000 visa H-1B, Sementara Microsoft dan Meta Platforms masing-masing lebih dari 5.000 visa.

Kabar rencana kenaikan biaya ini langsung berdampak ke pasar. Saham Cognizant Technology Solutions, perusahaan layanan TI yang sangat bergantung pada pekerja H-1B, turun lebih dari 5 persen pada Jumat.

Para pengkritik, termasuk pekerja teknologi lokal di AS, menilai perusahaan menggunakan perekrutan pekerja asing melalui H-1B untuk menekan upah dan mengabaikan tenaga kerja Amerika.

Menurut data Pemerintah AS, India sejauh ini menjadi penerima manfaat terbesar program ini, dengan 71 persen persetujuan visa pada 2024, disusul China 11,7 persen.

Visa H-1B berlaku selama 3 hingga 6 tahun dan ditujukan bagi tenaga kerja dengan keahlian khusus, terutama di sektor teknologi. Posisi yang umum diisi mencakup insinyur perangkat lunak, manajer program, hingga profesional TI lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon