Heboh Transgender Berhijab yang Unjuk Rasa pada Pemakaman Charlie Kirk
Rabu, 24 September 2025 | 11:35 WIB
New York, Beritasatu.com – Pemakaman tokoh konservatif Amerika Serikat Charlie Kirk diwarnai aksi protes dari Sumayyah Dawud, seorang aktivis Muslim sekaligus transgender yang mengaku sebagai anggota Antifa.
Dawud, yang dikenal sebagai pengunjuk rasa tunggal di Arizona, hadir sejak pagi di upacara peringatan Kirk pada Minggu lalu. Ia tertangkap kamera melambaikan bendera Palestina dengan logo Black Lives Matter.
Bersama segelintir pengunjuk rasa lain, Dawud membawa sejumlah poster beragam pesan, mulai dari dukungan terhadap Palestina hingga kritik pedas terhadap Presiden Donald Trump. Salah satu poster bahkan menyebut kelompok mereka sebagai “Masyarakat Setan”.
“Kembalilah ke Eropa, penjajah. Ini tanah adat yang dicuri,” teriak Dawud kepada peserta pemakaman, seperti dilaporkan Fox News Digital baru-baru ini.
Aksi protes tersebut hanya diikuti oleh segelintir orang. Mereka berkemah hingga pemakaman usai, berhadapan dengan kelompok kontroversial Gereja Baptis Westboro yang juga hadir.
Dawud, yang sebelumnya pernah ditangkap dalam aksi pro-Palestina di Universitas Negeri Arizona, menegaskan sikapnya di Instagram. Ia menyebut banyak pelayat justru bersikap penuh kebencian dan menyoroti tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung.
“Ini contoh menyedihkan betapa rakus dan borosnya Amerika, termasuk kelompok sayap kanan yang mengaku patriotik,” tulisnya di Instagram.
Kontroversi terhadap Dawud makin tajam setelah unggahannya yang merayakan kematian Kirk. Ia menulis bahwa dirinya “berdoa agar Kirk mati” dan menyindir penggunaan kata ganti almarhum dengan “was/were”.
Selain dikenal sebagai aktivis Antifa, Dawud memiliki latar belakang panjang dalam aksi protes. Ia sempat dilarang masuk ke kampus Arizona State University pada 2024 setelah terlibat perkemahan pro-Palestina, meski tuduhan terhadapnya kemudian dibatalkan pada Mei 2025.
Pada 2015, Dawud juga dilarang menghadiri masjid di Phoenix dengan syarat harus berpakaian seperti laki-laki atau memberikan dokumen medis yang membuktikan identitas gendernya.
Dawud memeluk Islam pada 2013. Pada tahun yang sama, identitasnya secara hukum diakui sebagai perempuan setelah SIM dan paspor AS miliknya diperbarui.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




