Temui Trump, Pemimpin Oposisi Venezuela Serahkan Medali Nobel
Jumat, 16 Januari 2026 | 07:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Venezuela kini tengah menjadi pusat perhatian dunia setelah tokoh oposisinya, María Corina Machado, melakukan langkah diplomasi yang mengejutkan. Machado baru saja bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis (15/1/2026) waktu setempat. Pertemuan ini menarik perhatian besar karena terjadi tepat setelah pasukan militer AS melakukan operasi berani untuk menangkap Nicolás Maduro di Caracas.
Meskipun Trump sebelumnya sempat menunjukkan keraguan apakah Machado adalah sosok yang tepat untuk memimpin negara tersebut, keduanya tetap duduk bersama untuk merancang peta jalan masa depan.
“Dalam momen yang sangat langka, Machado bahkan menyerahkan medali Nobel Perdamaian miliknya kepada Trump sebagai bentuk penghargaan atas peran Amerika Serikat dalam perubahan politik di negaranya,” tulis AP.
Kunjungan ini dilakukan kurang dari dua minggu setelah operasi militer AS yang dramatis berhasil meringkus Nicolás Maduro. Mantan pemimpin tersebut disergap di markasnya yang dijaga ketat, lalu diterbangkan ke New York untuk menghadapi persidangan berat terkait kasus perdagangan narkoba. Kejatuhan Maduro inilah yang membuka pintu bagi Machado untuk melobi langsung ke jantung pemerintahan Amerika.
Hubungan antara Machado dan Trump sebenarnya sempat diwarnai isu miring. Sebelum pertemuan ini, Trump secara terbuka sempat mempertanyakan kemampuan Machado dalam mengelola stabilitas negara. Pernyataan Trump tersebut sempat memicu spekulasi mengenai sejauh mana komitmen penuh Amerika Serikat dalam mendukung transisi demokrasi di Venezuela.
Namun, Machado menjawab keraguan tersebut dengan aksi simbolis yang tak terduga. Di depan awak media di Gedung Capitol, ia mengungkapkan bahwa ia telah menyerahkan medali Nobel miliknya kepada Trump. Langkah ini ia sebut sebagai bentuk pengakuan atas "komitmen unik" Trump dalam membantu perjuangan rakyat untuk meraih kembali kebebasan mereka.
Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi apakah Trump menerima medali bergengsi tersebut atau tidak. Mengingat penghargaan Nobel adalah pencapaian yang kabarnya sangat diidamkan oleh Trump, aksi Machado ini dinilai sebagai langkah politik yang sangat cerdas untuk mengunci dukungan sang Presiden.
Di sisi lain, dinamika kekuasaan di dalam negeri juga terus bergerak cepat. Delcy Rodríguez, yang merupakan mantan Wakil Presiden era Maduro, kini telah mengambil peran sebagai Presiden Pelaksana. Pada hari yang sama saat Machado bertemu Trump, Rodríguez menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya yang menandakan era baru pasca-Maduro.
Menariknya, Trump dan tim penasihatnya memberikan sinyal kuat bahwa mereka bersedia menjalin kerja sama dengan pemerintahan Rodríguez. Hal ini tentu menjadi tantangan baru bagi kelompok oposisi pimpinan Machado, yang selama ini berjuang untuk perombakan total sistem pemerintahan agar bisa kembali ke jalur demokrasi yang utuh.
Setelah menyelesaikan pembicaraan di Gedung Putih, Machado disambut riuh oleh para pendukung dan media internasional. Selain memperkuat hubungan dengan Trump, ia juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah senator di Capitol Hill. Semua upaya ini dilakukan demi satu tujuan: memastikan dukungan internasional tetap kuat demi masa depan yang lebih cerah bagi seluruh rakyat Venezuela.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




